Jumat, 31 Maret 2006

Dauroh Kader I UKI Teknik Unsoed

Start:     Apr 15, '06 4:00a
End:     Apr 16, '06
Dauroh Kader I adalah acara penerimaan dan pelatihan calon anggota UKI TEKNIK unsoed yang akan diadakan di AKL Baturaden. Peserta Dauroh Kader I otomatis akan terdaftar sebagai anggota UKI TEKNIK Unsoed

Khartoum

Rating:
Category:Movies
Genre: Westerns
Khartoum

Film ini bercerita tentang peperangan antara Al-Mahdi (imam mahdi) dengan tentara inggris di wilayah sudan. Alkisah pasukan Al-Mahdi telah mengepung kota Khartoum di sudan dan hanya ada satu orang yang diharapkan dapat melunakkan sikap Mahdi dan menyelamatkan para penduduk, dan jika dia gagal maka akan ada pembantaian besar-besaran oleh pasukan Mahdi.

Seperti biasanya sang pahlawan yang hebat, beradab dan bijaksana (barat) harus berhadapan dengan tokoh barbar, kejam, bengis dan tidak berperikemanusiaan (timur). Sebuah plot yang hampir selalu kita temui dalam film barat pada umumnya.

Namun yang mengherankan adalah skenario dan penggarapan yang sangat tidak obyektif, keterlaluan, ngawur, ngaco dan asal-asalan. Film yang membuat kita harus menurunkan IQ dan akal sehat setaraf kapasitas otak domba hanya agar dapat "menikmati" keseluruhan cerita yang ada.

Di awal film, kita akan menyaksikan Mahdi berceramah di depan pasukannya. Ceramah bullshit tanpa memasukkan satupun ayat Al-Quran atau Al-Hadits sebagai landasan. Ceramah yang akan membuat penonton (khususnya yang muslim) melongo terheran-heran, ceramah penuh kejutan dan spontanitas karna tiba saja Mahdi mengucapkan "Saudaraku sekarang sudah masuk waktu shalat, marilah kita lakukan shalat, Allahuakbar" tanpa ada adzan, wudhu, maupun pembagian shaf.

Lebih mengherankan lagi adalah alasan Mahdi dalam mengepung Khartoum. Mahdi mengatakan bahwa Muhammad memerintahkan agar dia shalat di masjid Khartoum, karna itulah Khartoum harus diduduki walaupun harus membantai seluruh penduduknya. Bukan itu saja, bahkan suatu saat dia juga harus shalat di Makkah, Madinah dan seluruh masjid di dunia dengan resiko harus membunuh semua orang yang menghalangi. Semua itu bukanlah dosa karna itulah yang diperintahkan Al-Quran, itulah yang diajarkan Muhammad.

Sebenarnya masih banyak hal-hal ajaib yang dapat kita temui di film ini, namun akan lebih baik bila keajaiban tersebut anda saksikan sendiri. Cukup sisihkan 1500 perak dari kantong anda untuk meminjam vcd bajakannya (jgn beli atau pinjam yang asli, yang bajakan saja). Persiapkanlah hati dan pikiran anda untuk termenung, bingung, terheran-heran dan geleng-geleng kepala sambil berkata "BUSYEEETTT"


Selasa, 28 Maret 2006

Siluet Biru Langit



Siluet Biru Langit


Menyembul Dari Pojok Mimpi


Membentuk Untaian Fata Morgana


Pada Tetes-tetes Air Liur



Di Bibir Ini







Pamit



Pamit



Aku pergi dulu ya..

Mencari hiburan, atau ketenangan

Membuang semua rasa penat & suntuk

Yg menumpuk di kepala ini

Tolong kau kunci pintu rapat-rapat
Dan tutup jendela kuat-kuat
Karna semalam
Aku liat ada banyak serigala di halaman sana
Jangan-jangan sewaktu kau kutinggal pergi
Mereka seenaknya nyelonong masuk kerumah ini
Menggantikan Tempatku




Tapi, kamu yang sabar aja ya...
Sampai besok, lusa atau entah kapan lah
Saat itu mungkin aku udah kembali





Rabu, 22 Maret 2006

Pornografi, dangdut, musik kentongan dan seni




Purwokerto, entah hari apa.., entah tanggal berapa



Seperti biasa, pertunjukan musik 'tek-tek' atau lebih dikenal dengan
nama 'kentongan' berakhir dengan rusuh. Tawuran antar penonton pun
terjadi, bahkan ada beberapa penabuh kentong yang ikut terjun kedalam
'kancah pertempuran'. Hanya ada beberapa orang dari grup kami yang
tidak ikut berkelahi yaitu para wanita, beberapa pria bertubuh
kerempeng, dan tentu saja saya dan Tarmo. Kami berdua langsung lari
pulang begitu baku hantam terjadi.





Sambil berselonjor kaki karna kelelahan dan menghisap beberapa batang
rokok yang kami curi dari panitia, kami mulai membuka obrolan. Dialog
tanpa mutu yang biasa kami lakukan setiap malam dan sering berakhir
dengan pertengkaran.





"Gie coba pikir, kenapa setiap pertunjukan yang kita adakan selalu
berakhir rusuh? dan itupun selalu di babak terakhir, disaat kita mulai
membawakan lagu-lagu dangdut dan campur sari, disaat satu-satunya
penyanyi cantik yang kita miliki mulai bergoyang, disaat tangan dan
mata penonton mulai "menelanjangi" lekukan tubuh yang
berlenggak-lenggok...? coba jawab Gie...?"






"Itu karena kita sedang mementaskan apa yang dinamakan 'seni' Gie. Kamu
tahu khan...? seni itu identik dengan keindahan, dan hal terindah yang
Tuhan ciptakan bagi lelaki adalah kaum hawa. Karna itulah mereka-mereka
yang sedang berkelahi disana itu begitu histeris, mereka kehilangan
kendali begitu melihat keindahan yang bagaikan surga itu Gie. Jadi
wajar saja kalau mereka jadi bersemangat dan saling adu pukul untuk
menyalurkan ekspresi dan perasaan. Andai saat ini ada orang kaya yang
tiba-tiba memberi kita uang ratusan juta rupiah, kitapun akan
kehilangan kendali juga khan...? ya kurang lebih seperti itu Gie.."






"Saya heran terhadap orang-orang yang tidak suka dengan pertunjukan
kita. Mungkin saja mereka mempunyai pikiran kotor yang sudah mendarah
daging sehingga setiap ada sesuatu yang bernilai seni, otak mereka
langsung ngeres dan berpikiran jorok. Atau jangan-jangan mereka telah
kehilangan hormon testosteron secara drastis sehingga mengalami
penurunan libido kronis dan kita dijadikan kambing hitamnya. Mereka itu
perlu kita kasihani Gie. Mereka tidak bisa menerima konsep dasar dari
seni, tidak memiliki sense of the Art. Mereka akan membuat seni dan
budaya bangsa kita hancur Gie. Definisi seni itu luas, dan mau coba di
re-definisi dengan otak mereka yang dangkal dan mesum itu..? Terlalu
lucu untuk diungkapkan Gie, Benar-benar tidak masuk akal"






"Ralat Mo, saya ingin tanya. Apa gerakan memutar pinggul naik turun
selama 15 menit tanpa henti itu juga bisa disebut seni...? Bukan Mo,
itu bukan seni, itu namanya Pornoaksi. Sebenarnya saya heran, kenapa
harus dengan goyangan seperti itu, kenapa tidak seperti artis pop atau
rock yang di televisi itu. Toh mereka tetap bagus kok, tanpa harus
mempermalukan diri dan memancing nafsu penonton. Jangan-jangan kalau
nanti ada Blue Film dalam bentuk reality show yang disiarkan secara
LIVE oleh televisi swasta di negeri ini, akan kamu katakan juga bahwa
itu bukan pornografi? Toh adegan itu alami, indah, bernilai seni
tinggi. Saya baru tahu kalau otak kamu ternyata begitu kacaunya Mo,
keterlaluan"






"Lagipula, kalau memang para wanita itu ingin dianggap cantik atau
dikagumi kenapa harus dengan cara itu Mo. Toh si Nurlela saja yang
notabene berjilbab juga cantik kok, pengagumnya juga banyak. Kamu sudah
berkali-kali dia tolak kan Mo? Nah itu buktinya. Apa kita harus selalu
menelan ludah sambil sekali-kali beristighfar setiap melihat hal-hal
seronok yang 'katanya' sih wajar dan biasa itu Mo? Mereka, para wanita
itu sebenarnya beruntung karna mereka tidak pernah merasakan apa yang
namanya 'badai testosteron' (Produksi hormon berlebih yang sering
melanda laki-laki). Apa mereka belum mengerti bahwa senyum kaum hawa
saja bisa membuat kita panas-dingin Mo. Apalagi jika ditambah dengan
busana minim, gerekan-gerakan erotis dan.. ehm.. tahu sendiri lah. Tapi
bukan berarti kita ini mahluk berotak ngeres Mo, hormon kita masih
normal, masih mudah mengalami 'over produksi' hanya dengan sedikit
pemicu. Bukannya ngeres, ingat itu"






"Satu lagi Mo, ada hadits yang menyebutkan bahwa tanda-tanda hari akhir
itu adalah munculnya kaum yang berpakaian namun sebenarnya mereka
telanjang, dan akan ada saat dimana perzinahan merajalela dan dianggap
biasa. Mungkin hanya di kota besar saja perzinahan sudah tidak tabu
lagi, bahkan mungkin di legalkan, dan di kota ini masih jarang. Tapi
masalah pakaian itu lho, saya yakin suatu saat nanti akan tiba masanya
dimana banyak ibu-ibu gembrot berbelanja ke pasar dengan hanya
menggunakan pakaian renang atau bikini dan masih tetap dianggap sebagai
hal biasa dan wajar".





"Tunggu saja, Kalau nanti kita sudah
dilanda kehancuran akhlak, dimana
acara televisi di negeri ini sudah dipenuhi dengan tayangan semacam
Akademi Sex Indonesia, Konser Sex Indonesia, atau bahkan Sex Idol,
namun masih banyak juga kalangan yang meneriakan slogan "Ini bukan
pornografi, ini adalah seni" sambil mengusung label demokrasi dan
libelarisasi, saat itu pula kita harus pergi menyepi Mo, kalau perlu
kita tinggal di puncak himalaya sekalian. Huh, menyebalkan"



Selanjutnya saya hanya bisa menanggapi kata-kata tersebut dengan
diam. Walaupun terkadang Tarmo suka bicara ngawur namun untuk kali ini
saya tahu bahwa apa yang dia katakan benar-benar berasal dari hati
kecilnya yang paling dalam. Sudah belasan tahun kami berjalan
beriringan, berbagi suka dan duka, jadi tidak sulit bagi saya untuk
melihat apa yang terpancar dari matanya. Ya, saya bisa melihat betapa
trenyuh jiwanya saat menanggapi masalah ini. Rasa trenyuh yang sama
seperti yang saya rasakan.



Regards, Togie







About Ego


Menurut kamus besar bahasa indonesia yang saya karang sendiri, kata egois berasal dari kata dasar ego yang mendapat akhiran -is



Ego = keinginan yg memihak pd diri sendiri

is/isme = sifat mendasar



Jadi egois dapat didefinisikan sebagai : Suatu sifat yang mementingkan diri sendiri



(Definisi diatas adalah fiktif, jangan dianggap serius)



Less giblin pernah mengatakan bahwa 90% manusia lebih tertarik kepada
dirinya sendiri daripada kepada orang lain. Artinya, manusia cenderung
menjadikan dirinya sebagai tujuan akhir dari segala tindakan yang
dilakukan dan hanya mengalokasikan 10% sisanya untuk orang lain. Karna
itulah, sebenarnya kita tidak perlu tersinggung kalau dijuluki sebagai
orang yang "egois", "Egosentris", "selfish" atau semacamnya.



Dulu saya dan Tarmo pernah berdebat mengenai hal ini. Saya berpendapat
bahwa orang yang egois harus dihukumi sebagai "manusia terkutuk" karna
dia cenderung lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri dan tak
akan pernah mempedulikan keinginan orang lain. Bahkan jika ego yang
dimiliki terlalu ekstrim, dia tak kan segan-segan merugikan,
mengorbankan bahkan menjadikan orang lain sebagai tumbal demi ambisi
pribadinya. Sebagai contoh, teman satu kelas kami (sebut saja namanya
bayu). Kami berdua seringkali memberikan jawaban pr dan ulangan, namun
dia tidak pernah sekalipun memberikan contekan pada kami berdua, dalam
keadaan kepepet sekalipun. Itulah bukti bahwa sifat egois akan selalu
merugikan orang lain.



Namun dengan logat diplomatisnya Tarmo membantah :



"Lho, itu tidak salah khan gie? karna ego itu fitrah, dianugerahkan
oleh Tuhan agar kita bisa tetap survive dan bisa menjadi khalifah
dibumi ini. Ego lah yang menyebabkan kita mempunyai keinginan kuat
untuk maju, ego lah yang menyebabkan kita mampu untuk melewati berbagai
rintangan, ego lah yang menyebabkan kita menjadi spesies paling unggul
di planet ini. Lalu, apa yang salah? justru kalau kamu bilang bahwa ego
itu harus ditekan seminimal mungkin, itu baru salah gie. Ras manusia
akan kembali mundur ke belakang, kembali ke peradaban purba. Itu yg
kamu inginkan gie?"



"Tapi soal si Bayu itu, saya setuju dengan kamu Gie, dia itu manusia
terkutuk, jahannam. Tenang aja Gie, kapan-kapan biar saya kerjain tuh
anak, kamu jangan ikut!!"





Sabtu, 11 Maret 2006

My First Script Drama




Beberapa bulan yang lalu, adik saya diberi tugas oleh guru bahasa
indonesia untuk membuat sebuah script drama bertema sejarah-perjuangan.
Drama tersebut harus mempunyai sisi heroik, romantik, dan juga
mengandung pesan moral yang baik. Drama tersebut akan
diperagakan di depan kelas.




Alkisah, akhirnya dilimpahkanlah tugas tersebut kepada saya, dan
setelah bernegosiasi dengan cukup alot seputar "imbalan" yang nanti
akan saya terima, akhirnya mulailah script ini saya susun








Judul : The Lost Princess


Tema : Kepahlawanan


Pemain: 5 orang


1. Narator : monika


2. Samurai : Adi


3. Ninja : Bagus


4. Pendekar: Nina


5. Puteri : Anteng











Narator :



Pada jaman dahulu di wilayah jepang terdapat sebuah kerajaan yang tidak
terlalu besar, tidak terlalu kaya dan tidak terlalu
terkenal. Nama kerajaan itu adalah Puerto Qerto Kingdom.




Namun pada suatu hari, tepatnya malam
senin wage tanggal 23 september
tahun 1453, tepat sehari menjelang pemilu, terjadi sebuah peristiwa
menggemparkan yang mendongkrak popularitas kerajaan ini. Putri mahkota
kerajaan tersebut diculik oleh segerombolan bandit
berikat kepala merah yang misterius, saking misteriusnya hingga pihak
kerajaan pun sebenarnya ragu-ragu dalam menentukan apakah ikat kepala
yang dikenakan bandit tersebut benar-benar berwarna merah ataukah
berwarna violet. Karena penyelidikan yang dilakukan selalu saja menemui
jalan buntu, akhirnya diadakanlah sayembara bagi mereka
yang berumur 17 tahun keatas untuk membantu mengembalikan sang
putri.





Anehnya, walaupun teknologi informasi disaat itu belum begitu maju,
namun ternyata sayembara tersebut diketahui juga oleh para penduduk dari
berbagai daerah dan berbagai suku bangsa, juga tak terpengaruh oleh berbagai
isu, baik isu rasial maupun isu gender. Jutaan orang mendaftar sebagai
peserta. Ada yang berasal dari sabang, merauke, madura, tanah abang, Ethiopia,
srilanka, India, myanmar, bahkan amerika. Karena tidak ada babak audisi
untuk menentukan siapa saja peserta yang lolos seleksi, maka peserta
yang jumlahnya jutaan itupun mulai berpencar mencari sang puteri.






Cerita ini di awali di sebuah gang sempit di tengah hutan tepat di sebelah kanan warung makan.






- Samurai : (Memulai percakapan berbahasa indonesia tetapi berlogat jepang)


"Aku satoshi kuranggawe, samurai tak bertuan, akulah yang akan
menemukan sang putri. Pencarianku dalam menemukan kembali sang puteri,
akan kumulai dari jalan ini".






(samurai menghirup nafas panjang sambil menatap keatas seolah-olah sedang melihat dedaunan di pohon yang rindang)


(samurai mulai berjalan pelan sampai ke pojok kelas, lalu kembali lagi)


(tepat ditengah kelas, dari arah berlawanan berjalan pula seorang ninja)




"hei siapa kamu minggir dari jalanku"





(Kemudian muncul seorang pendekar. sikapnya pasif, hanya duduk di meja depan kelas sambil mendengarkan ninja dan samurai bicara)





- Ninja :

"Namaku Jason, Ninja pengangguran dari kerajaan tetangga. Aku
sedang mencari putri hara kiri, menurutku seharusnya kamulah yang harus
minggir. Tak baik menghalangi ninja yang sedang menjalankan misi"






- Samurai : (Membentak)


"Apa...? berani benar kamu! Aku ini samurai, mempunyai pedang panjang.
Kau ingin mencoba kehebatan pedangku hah? Ayo kita bertarung!! Siapa
masih hidup, dia yang berhak lewat. Aku seorang samurai, berani mati
dalam tugas demi mencari sang putri"






Ninja :


"jangan banyak bicara, ninja selalu bergerak dalam bayangan,
harus bisa bertahan hidup walau pedang di tusukan ke jantung.
Minggirlah kalau tidak ingin mati, biarkan aku lewat, jalan ini milikku"






Samurai :


"Milikku !!!"





Ninja :


"Milikku !!!"





(Pendekar berdiri dan menghampiri mereka berdua)





Pendekar :


"Woi, diam coy... Buat apa kalian ribut-ribut, jalan ini punyaku!!!"





Samurai dan Ninja :


"Apa ?!!"





Samurai :


"Siapa kamu jangan ikut campur urusan kami"





Ninja :


"Ya pergilah kalau tidak ingin mati"





Pendekar :
(Berjalan mendekati mereka berdua, lalu bersandar di dinding
depan kelas, diantara samurai dan ninja, menghadap ke arah penonton)




"Namaku Karjo, transmigran dari pulau jawa. jalan dan tanah ini milikku,
baru kemarin aku beli dari pemerintah, mumpung ada diskon gede-gedean.
Nih kuitansinya... ada stempelnya segala kan..."






(menyerahkan kertas kuitansi pada samurai dan Ninja, keduanya menerima sambil saling menatap, bingung)




"Hmm,,, biasanya jalan ini terbuka untuk umum, bebas
dilewati siapa saja. Tapi berhubung kalian juga ikut sayembara,
berarti kita menjadi saingan..., maka kalian harus bayar bea masuk.
Murah kok, cuman satu juta per orang. Yaah, uangnya akan saya gunakan untuk
menyewa detektif, agar bisa membantu saya untuk mencari tuan puteri"






Samurai dan Ninja
: (terkejut)

"APA ?"





Samurai :


"Tapi aku samurai !!"





Ninja :


"Dan aku ninja !!"





Samurai dan Ninja :


"kami sedang melaksanakan Tugas"





Pendekar :


"Saya tidak peduli kalian siapa, pokoknya kalau ingin melalui jalan ini kalian harus bayar"





(Kemudian munculah putri Hara Kiri dari belakang kelas )





Putri :


"Hei ada apa? Apa yang sedang kalian ributkan?"





Samurai, Ninja Dan Pendekar :


"Siapa anda?"





Putri :


"Saya putri kerajaan ini, karena berkali kali mencoba bunuh diri maka saya dijuluki Putri Hara Kiri"





Samurai :


"Sebelumnya, maaf tuan puteri. Tapi, bukankah seharusnya anda sedang di culik?"





Putri :


"Iya, saya memang di culik tapi kemudian di bebaskan.





Ninja :


"Di bebaskan? Kenapa?"





Putri :


"Iya..., Karna ternyata, seharusnya mereka menculik putri dari kerajaan tetangga, bukan menculik saya !!"





Pendekar :


"Lalu, bagaimana anda bisa sampai kemari ?"





Putri :


"Setelah tahu bahwa mereka salah culik, saya langsung di bebaskan. Selain itu, saya juga diberi uang saku, diajak jalan - jalan,
makan, tamasya, kencan sampai akhirnya saya di antar kesini. memang kenapa?"






Samurai :

"Lalu bagaimana dengan kami? Bagaimana dengan sayembara? kalau
tuan puteri tidak jadi diculik, berarti pencarian kamipun sia-sia.
Lalu, pekerjaan di istana yang dijanjikan sebagai imbalan, akan jadi
harapan kosong belaka"






Putri :


"Hmm (Berpikir)

Tenang, bagaimana kalau sekarang kalian mengantar saya ke istana,
nanti kalian akan saya jadikan Ninja Kerajaan, Samurai kerajaan, dan
Debt kolektor kerajaan. Bagaimana..?"





Samurai :

"Ide yang bijaksana"



Ninja :

"Ya"




Pendekar :


"Saya sependapat dengan kalian"



Samurai, Ninja dan pendekar : (Saling berpandangan dan tersenyum)

"Terima Kasih Putri Hara Kiri"





Narator :
Akhirnya Putri sampai ke Istana dan cerita inipun berakhir.





(Narator bergabung bersama para pemain, semua berpegangan tangan,
tersenyum, menghadap kearah siswa, dan membungkuk sebagai ucapan
terimakasih)





-----------------------------------------------------------------------------------------------




Berhubung waktu yang disediakan hanya sepuluh menit maka script harus
dibuat sesingkat mungkin. Sayang, drama ini tidak jadi dipentaskan.
Adik saya dan teman-temannya lebih memilih drama yang mereka buat
sendiri (hal ini masih diragukan). Drama tersebut bertema tentang
puteri yang mengadakan sayembara untuk
memilih pangeran sebagai pasangan hidupnya. Sang pangeran harus
memamerkan kemampuan yang dimiliki, dan akhirnya sang puteri akan
memilih pangeran yang tidak mempunyai kemampuan istimewa namun memiliki
hati yang lurus.





Hiks-hiks, biarpun saya tetap menerima balas jasa, tapi rasa sedih ini masih belum bisa dihilangkan