Minggu, 26 Oktober 2008

Menjelang tidur

..

..

...

Sudah malam, Dik

Pergilah dari kepalaku

Aku ingin tidur

..

.

.


Manusia.Bukan.Suci

Memang sudah amat terlambat
Tapi, aku tak peduli
Biar bagaimanapun, aku tetap ingin berkata seperti ini:


Kembali suci atau tidak, itu urusan Tuhan
Yang pasti, aku ingin kau memaafkanku dan akupun memaafkanmu
Agar andai di hari-raya ini kita tak bisa kembali fitri
Toh paling tidak, kita masih bisa menjadi Manusia.Bukan.Fitri yang saling memaafkan
Setingkat lebih baik ketimbang Manusia.Bukan.Fitri yang tetap saling bermusuhan


Yah, begitulah
Bila mengingat ibadahku di bulan ramadhan kemarin
Hanya itu kata-kata yang layak kuucapkan. Tak bisa lebih

 

Kamis, 25 September 2008

Pacar, Salah sambung, dan hari yang aneh

 

 

"Gie, aku pingin konsultasi tentang pacar"

 

Siang hari. Seseorang yang sedang menyembunyikan identitasnya, tiba-tiba ingin berkonsultasi.

 

"Ah, ngapurane ya mbak. Daku ini belum punya pacar. Artinya, njenengan berkonsultasi pada orang yang salah. Yang tidak berkompeten dalam bidangnya"

"Anggap saja kamu udah punya pacar Gie. Bisa kan..?"

"Akan daku coba"

"Mm, gini, andai ce' kamu jalan sama sahabat kamu yang paling deket, perasaanmu gimana..?"

"Wah, gak tau lho. Daku kan belum pernah pacaran. Gak mudeng"

"Anu, mas togie. Pliisss deh..!! Ini kan perandaian. Cuma diandai-andai saja. Gak perlu punya pacar beneran."

"Iya juga sih, tapi andainya jangan yang susah-susah dong"

"Duh, pokoknya jawab aja ya mas. Aku butuh solusi nih"

"Okeh..!! Kalau begitu, menurutku, gak papa kalau mereka jalan berdua"

"Lho, kenapa..?"

"Sebab sohibku kan ce', pacarku juga ce'. Buat apa ribet-ribet ngurusin ce' yg lagi jalan sama ce'..? Seperti orang kurang kerjaan saja"

 

 

GUBRAK..!!

 

 

"Maas, maaf..!! Maksudku itu, gimana kalo sohibnya mas togie yang co tiba-tiba kok jalan sama ce' nya mas..? Gitu lho..!!"

"Oo, ya gak papa. Biarin aja"

"Hah..? Kok bisa..?"

"Lha iya..!! Semua temen co' ku itu, gak ada yang lebih ganteng dari daku. Gak lebih pintar, lebih kaya, lebih menarik, lebih berkharisma, dan lebih-lebih yang semacamnya. Singkat kata, bila dibandingkan denganku, mereka itu gak ada apa-apanya. Dan menurutku, ce' macam apapun sudah pasti memilih daku dibanding mereka. Jadi, jangan dipermasalahkan lah"

 

 

Uhuk..!! Uhuk..!!

 

 

"Mas, kayaknya aku berkonsultasi kepada orang yang salah deh.."

"Tentu saja. Tadi kan sudah daku peringatkan"

 

 

 

*****

 

Telepon dinihari, menjelang sahur.

Ada nomor baru lagi yang masuk. Entah nomor mana, tapi sepertinya daku kenal nomor ini.

Daku punya banyak pulsa, jadi nomor itu langsung daku telpon saja

 

*****

 

 

Percakapan...

 

"Halo, mbak. blablablablabla.."

"Oh iya, blablablablabla..."

"Oo, blablablablabla.."

"Hm, blablabla juga deh"

"Anu, mbak sih orang mana..?"

"Ciamis"

 

 

Oo..

Eh. tapi..!!

Jangan-jangan..!!

 

 

Ah, daku ingat. Salah sambung itu.

Ya, tak salah lagi.

 

 

*****

 

 

Sejenak menuju masalalu.

Limaorang sedang terkapar ditengah ladang. Kelelahan, kepanasan, kelaparan, juga kehausan. Seorang mahasiswa teknik elektro yang selalu menghasut teman-temannya agar senantiasa hidup menjomblo telah mengajak mereka membuka lahan angker yang sudah belasan tahun tak ditanami. Tak ada yang berani.

 

Lahan itu dipenuhi oleh semak belukar setinggi tubuh manusia, bahkan lebih tinggi lagi. Dijejali oleh pohon-pohon liar yang tak ada habisnya walau telah ditebang berhari-hari. Belum lagi, saat waktu sudah beranjak sore, banyak sosok-sosok aneh yang berlalu-lalang dengan amat mencurigakan.

 

Sosok-sosok itu bertubuh mirip manusia, tetapi juga tidak seperti manusia pada umumnya. Ada yang bertubuh sebesar rumah, kulit sehitam jelaga, rambut berumbai mirip janggut singa, bahkan ada pula perempuan berambut panjang yang hobinya terbang dari satu pohon ke pohon lainnya. Dengan kaki mengambang satu meter diatas tanah.

 

Tapi Alhamdulillah, para jomblo sudi melakukan semua pekerjaan itu tanpa dibayar. Mereka hanya diiming-imingi beberapa batang rokok kretek dan air nira yang itupun, terkadang dibeli secara patungan.

 

*****

 

 

"Jit, makanannya mana..? Lapar nih"

Tanyaku pada Ujit. Jomblo belasan tahun yang tak pernah lulus SMP.

 

"Itu kan tanggung-jawabnya si Alip mas. Dia belum balik. Coba ditelepon gih..!! Nih nomornya"

 

Tut.. tut.. tuutt..

 

"Lip, cepet kesini"

"Maaf, ini siapa ya..?"

 

Hah..!!

 

"Jit, kok suara ce'..?"

"Adiknya kali mas" Jawab Ujit

"Anu, mbak, Alipnya ada..?"

"Alip siapa ya..?"

 

Saat itulah, manusia bernama Ujit dengan segala keteledorannya baru memberitahu bahwa dia salah memberikan nomor telepon.

 

"Mas, tadi beneran ce..? Suaranya bagus gak..?" Tanya Ujit setelah telepon dimatikan.

"Bagus sih. Suaranya halus, lembut. Tutur katanya terstruktur, berirama, dan tertata rapi"

"Apa iya sih..? Biasanya, kalo suara kaya gitu, orangnya cakep deh mas. Coba di sms gih"

 

Dengan tololnya daku menuruti perintah itu. Dan dengan tololnya pula, lama baru daku sadari bahwa dengan mengirim smspun, daku tetap takkan tahu dia manis atau tidak. Dasar..!! Usul sialan. Ujit sialan. Alip sialan.

 

*****

 

 

 

"Jit, sekarang kamu pergi. Panjat pohon kelapa di ujung sana. Petik kelapa muda sebanyak-banyaknya, buat diminum"

"Lho, kok gitu..?"

"Jangan membantah. Cepat pergi..!!"

"Ta.., tapi.."

"CEPAAATTT...!!!"

 

Tak lama setelah itu, si Alip datang. Seperti biasa, begitu turun dari sepeda motor dia langsung menari pogo mengikuti irama musik Ska. Orang ini memang selalu menari. Bahkan sewaktu berantem dengan ibunya gara-gara tak mau disuruh nyuci baju, berantemnya pun sambil menari.

Lihatlah, sekarang dia berjalan kearahku sambil menari dan bernyanyi-nyanyi, gak tau nyanyi apa.

 

"Stop, jangan duduk dulu. Kamu, langsung tebang ratusan pohon angsana di sebelah sana"

"Hah..? Aku masih capek mas. Lagian, disitu masih tertutup rapat oleh semak-ilalang. Banyak durinya pula"

"Daku gak peduli. Bakar semua ilalang itu, lalu tebang."

"Mas.."

"Daku bilang, tebang sekarang jugaaa...!!!"

 

*****

 

 

Kembali ke masakini. Hari ke 26 di bulan ramadhan

Ternyata saat ini, daku sedang berbicara dengan pemilik nomor yang dulu disalah-sambungi itu

 

*****

 

"Mbak, bener kamu blablablabla..?"

"Iya, blablablabla. Memangnya kenapa..?"

"Bo'ong..!!"

"Blabablabla"

"Bo'ong"

"Blablablabla"

"Bo'ong"

 

Tuut.. Tuut.. Tuut..

 

*****

 

 

Lho, kok dimatiin..?

 

Tuh, kan..? Kenapa daku bicara dengan logat sekasar tadi..?

Sebenarnya, tak apa kalau daku bicara sekasar itu kepada para jomblo. Sebab mereka, dengan segala ke-erorrannya, memang harus sering-sering diomeli. Biar nurut.

Tapi, ini kan wanita..? Kaum hawa..? Kaum yang penuh dengan kelemah-lembutan..?

Lagipula, diamati dari suara lembutnya, kurasa tebakan Ujit benar. Bahwa dia memang manis. Betul-betul manis.

 

Sial..!! Dalam kasus ini, Ujit dan Alip yang salah. Mereka sering error. Mereka membuatku jadi sering mengomel. Merekalah penyebab kenapa ce’ itu takut atau marah sehingga teleponku tadi dimatikan. Menafikkan fakta bahwa jika dilihat dari sisi lain, daku adalah manusia penuh rasa kasih-sayang.

 

Benar. Tunggu saja. Akan kubuat mereka merasakan pedihnya siksa dan pahit derita. Bukan hanya kusuruh bekerja bakti di mushalla. Kalau perlu, akan kuperintahkan mereka manjat pohon kelapa di puncak Gunung Slamet sana. Biar tahu rasa.

 

 

26 September 2008

Menunggu imsak

sajak putus asa

 

Cita-cita, keinginan, harapan
Terkadang, tak harus ditinggikan melampaui langit
Tak pula dikubur dalam-dalam ke perut bumi

 

togie, saat bekerja bakti
sambil menatap mushalla yang gak jadi-jadi

Senin, 08 September 2008

Menikmati Derita

Malam ini, kami kembali berkumpul

Dengan raut muka kusut, rambut semrawut, kantong tak berisi

Mata kami tertuju pada setumpuk roti bungkus, cemilan, minuman ringan, dan berbagai hidangan lain yang semuanya dijual, tak mampu kami beli

Sedang rokok yang kami hisap didapat dari bapak-bapak yang kebetulan duduk didekat kami

Itupun dikasih setelah beliau kami tatap dengan sinar mata penuh hasrat yang tak bisa digoyahkan oleh artis cantik di layar televisi sekalipun

 

 

Malam ini, anggota klub jomblo sudah jauh berkurang

Akibat ketidak-matangan kami dalam membuat prinsip

 

 

Sejak pertama

Kami ingin bisa tegar menghadapi kemelaratan, ketakutan, kelaparan, serta penolakan para wanita.

Bisa tersenyum menghadapi hidup

Merubah keluh kesah menjadi harap dan doa

Merubah tangis menjadi tawa

Dengan cara yang benar dan tak bertentangan dengan ajaran agama

Tanpa alkohol, cimeng, gadis murahan yang bisa didapat tanpa harus keluar duit (cukup dengan kata-kata gombal semata), atau yang sejenisnya

 

 

Kami telah melakukan berbagai hal untuk mewujudkan keinginan itu

 

 

Saat nasi di rumah habis sedangkan kami tak punya uang untuk membeli makanan, kami mengadakan acara bakar singkong

Untuk membina diri bahwa hanya Allah yang boleh ditakuti, kami nekat melakukan uji nyali ke pohon keramat, kuburan angker, maupun tempat-tempat wingit

Agar tidak grogi menghadapi lawan jenis, kami selalu ber "say hello" kepada tiap gadis manis - walau selalu diacuhkan

Dan untuk membuktikan sampai dimana batas ketahanan tubuh dan mental kami pernah nekat membabat kebun yang penuh pohon liar dan semak belukar agar bisa ditanami - TANPA DIBAYAR


 

Akhirnya, kami berhasil merubah penderitaan menjadi hal yang patut dinikmati

Sebab kami menganggap, penderitaan adalah layaknya baju yang selalu melekat di tubuh kami

Harus ada dan tak bisa dihilangkan

Hanya bisa diterima, dijalani, atau disyukuri

Kempesnya kantong celana tak lagi membuat kami sedih

Tiadanya pekerjaan tak membuat putus asa

Menjauhnya kaum hawa tak perlu lagi dipikirkan

Alkohol tak pernah menjadi ajang pelarian

 

 

Tiap berkumpul, selalu ada yang mengutarakan cita-citanya

Keinginan yang ingin dicapai, harapan terhadap hari esok, dan usaha untuk meraihnya

Itulah yang menyebabkan hubungan diantara kami menjadi begitu erat

Apalagi saat itu masih ada Tarmo yang menjadi ikon pemersatu

 

 

Sayang, ada satu hal yang kami lewatkan

Yang beberapa diantara kami tidak siap menghadapinya

Yaitu - KEBERHASILAN DAN KELIMPAHAN RIZKI

 

 

Ya, walaupun kami bisa bertahan saat dicobai dengan berbagai kesulitan

Namun belum tentu terjadi hal yang sama bila dihadapkan pada kesenangan dunia

 

 

Seiring berjalannya waktu, satu persatu,

Beberapa diantara kami berhasil memperoleh pendapatan tetap

Punya gaji berlebih

 

 

Satu persatu pula, mereka menggunakan uang yang didapat untuk menikmati berbagai kesenangan

Buang-buang pulsa, mendekati banyak gadis sekaligus, bahkan mabuk-mabukan dengan sebegitu seringnya

Bila uangnya habis, mereka kembali bergabung bersama kami agar bisa mendapat rokok, makanan, dan minuman gratis lalu saat sudah punya uang mereka pergi lagi

Bahkan, adapula yang karena sebegitu terikatnya pada pola hidup hedonis - terutama alkohol, jadi nekat menipu dan mencuri

 

 

Sungguh, mereka seolah lupa

 

Betapa dulu, mereka pernah menghabiskan waktu untuk membakar singkong karena tak punya uang untuk beli makanan

Uji nyali ketempat keramat agar hanya Allah semata yang boleh ditakuti

Membabat kebun angker penuh hantu dan semak berduri demi meneguhkan hati

Terkapar kelelahan dengan peluh kosong sambil berbagi cerita tentang harapan dan cita-cita bila sukses kelak

Melakukan apa yang boleh dan menjauhi yang tidak

 

 

MEREKA MELUPAKAN SEMUA ITU

 

 

Kini, hanya kami lah yang tersisa

Tetap dengan berbagai atribut kegagalan yang melekat pada kami

Kekurangan uang, pulsa selalu limit, jauh pula dari wanita

Tapi, dengan segala kondisi hina ini, kami justru bersyukur

Sebab mungkin saja, kami dibuat menderita karena Allah masih menyayangi kami

 

 

Dia tahu bahwa kami tidak siap dengan kesuksesan mendadak

Tidak ingin kami bernasib seperti mereka, yang telah mengawurkan diri mendahului kami

 

 

 

 

Reuni para jomblo

Usai tarawih

Cinta itu, aneh

Cinta adalah misteri. Tak peduli bagaimana kita mendefinisikan misteri itu.

Entah mau diartikan sebagai indah, sedih, aneh, nyleneh, atau apapun

Pokoknya, terserah kita


***


Usai subuh, di kompleks mushalla


"Gie, kamu lagi pacaran sama si manis itu ya..?"

Entah kenapa, akibat hobi memamerkan pulsa yang hanya 112 perak, daku harus menghadapi sebuah pertanyaan yang mengagetkan isi kepala.


***


Pacar..? Sebenarnya, apa itu pacar..?

Jujur, daku gak betul-betul mudeng.


Setahu daku, yang namanya pacar itu adalah bila seseorang berkata : "Mau jadi pacarku..?" terus dijawab dengan "Iya" - maka saat itulah orang tersebut bisa dianggap sudah mempunyai pacar.


Sedangkan pacaran..?

Ini lebih gak memudengkan lagi.


Daku sendiri sampai sekarang masih suka bingung bila ditanya ; “Yang disebut pacaran itu sebenarnya yang seperti apa.”


Lha wong daku belum pernah pacaran. Tidak punya pengalaman yang bisa dijadikan dalil untuk memberi penjelasan.


Kalau toh memaksakan diri agar bisa disebut pernah pacaran

Maka hal itu hanyalah sekedar lirak-lirik dan mesam-mesem doang, gak lebih. Mengobrolpun jarang.


Tetap saja tidak memenuhi syarat


Jadi, alangkah wajarnya kalau tiba-tiba daku mendadak kaget mendapat pertanyaan seperti itu


Kekagetan yang membawa ingatan ini menjelajah menuju keanehan-keanehan yang terjadi sebelumnya.


***


Terkenang peristiwa beberapa bulan yang lalu.

Saat baru bangun dari tidur siang dan merasa malas untuk mandi.

Daripada mengambil handuk lalu membasahi tubuh dengan air dingin, daku lebih suka beranjak kedepan rumah dan duduk bengong disana.

Memasang pose paling keren yang bisa ditampilkan oleh kaum pria :

CENGAR-CENGIR SAMBIL GARUK-GARUK KEPALA.


"Psst, itu yang namanya togie..? Pacar kamu..?"

Suara itu muncul dari serombongan anak SD yang baru pulang sekolah. Yang baru saja melintas di depan daku.


Anak-anak itu, daku tak tahu anak darimana.

Entah bersekolah di SD mana

Yang pasti, salah satu diantaranya terlihat menengokkan kepala, tersenyum, lalu berlari-lari kecil seperti tokoh wanita yang sedang bermain kejar-kejaran di film india.

Membuat daku, secara perlahan-lahan, melangkahkan kaki kedalam rumah lalu tidur lagi

Berharap agar kejadian aneh ini hanyalah mimpi


Tapi

Sebelum terbebas dari keanehan itu

Daku harus menghadapi hal yang sama anehnya

Saat telapak kaki tertusuk paku

Telunjuk kaki kanan bengkak kejatuhan batu

Dan lutut kiri menghantam tembok dengan keras

Membuat daku menjadi manusia tak berguna

Yang hanya bisa duduk bengong melihat para warga yang bekerja bakti memperbaiki mushalla di sore hari


"Mas"


Ucap salah seorang teman yang sama-sama tidak bisa bekerja bakti.

Dihadapan kami, duduk anak kecil yang entah kenapa dari tadi kok duduk terus disitu

Menatap kami


"Dia lagi fall in love"

Teman tersebut menunjuk anak kecil itu


"Fall in love..?" Tanyaku

"Sama siapa..?"


Dan..


Anak itu kemudian menatapku sambil menyunggingkan senyum yang...


Fyuhh...

Begitulah


***


"Gie.."


Ah, iya

Kembali menuju peristiwa usai subuh di kompleks mushalla


Saat itu, daku tak menjawab apa-apa

Lebih baik beranjak pulang dan langsung tidur

Melampiaskan rasa kantuk

Rabu, 27 Agustus 2008

MatiRasa

 

Semoga kali ini, rasa itu benar-benar mati
Tak seperti sebelum-sebelumnya
Dimana dia bisa hidup lagi
Walau sudah kubunuh berkali-kali

togie

monster jalan sehat


 

Pagi ini, aku berjalan kaki dengan penuh semangat.
Ya, aku sedang mengikuti acara jalan sehat.
Berhadiah alat-alat makan, payung cantik, tas imut, radio, dispenser, televisi, dan sebagai hadiah utamanya

“Motor Supercup.”

Bukan motor model baru sih.
Tapi, aku suka motor klasik :
Vespa, Acepe, CB, Binter Mercy, dan semacamnya.
Disamping itu, ada satu hal lagi yang membuatku lebih bersemangat.
Sebab ternyata, gadis manis dari RT sebelah juga ikut jalan sehat.


Hahaha..!!


Coba anda bayangkan, apalagi yang lebih bikin semangat dibanding berjalan-jalan dengan gadis semanis itu..?

Sayang, saat ini dia berada jauh di belakangku. Tadi, aku melangkah terlalu bersemangat. Terlalu cepat. Bodoh.


Toplak-toplak-toplak


“Kok lari..?”
Tanyaku pada si manis yang tiba-tiba sudah berjalan disampingku

“Ada yang ganggu”
Jawabnya


Kutengok kearah belakang. Disana, kulihat sesosok mahluk langka yang pantasnya dipelihara di Suaka Marga Satwa. Dia berambut semrawut mirip singa, kulit kering bersisik mirip naga, wajah penuh jerawat bagai kadal Afrika. Satu-satunya yang membuatnya rada mirip manusia hanyalah jaket kuning dan celana kucel yang dia kenakan.


Kugeleng-gelengkan kepala.

Jangankan gadis manis, kambing betinapun pasti kabur kalau digoda mahluk macam dia.


“Mendekatlah padaku, jalan disampingku, agar tak ada yang berani mengganggumu”


Ujarku pada si manis itu. Sambil kudekatkan diri pada pemuda entah siapa yang tubuhnya lumayan besar. Agar aku terlihat lebih sangar sehingga si jaket kuning menjadi gentar.


**


Menunggu, adalah satu hal yang amat membosankan. Apalagi bila diselimuti ketidak-pastian. Tapi walau begitu, masih ada cara agar kita bisa menunggu dengan amat menyenangkan. Itulah yang sekarang sedang kulakukan.

  • Duduk santai beralaskan sandal jepit.
  • Kupon undian kulipat dan kuderet-deretkan diatas tanah. Membentuk kuburan.
  • Kusobek dedaunan dan kugunakan layaknya kembang diatas makam
  • Diujungnya, kutaruh foto Che Guevara-sang pahlawan kuba, sebagai nisan.
  • Dilengkapi uang seratus perak yang kutempelkan di dada Che. Hanya sebanyak itulah uang yang kupunya.
  • Selanjutnya kukenakan kacamata berwarna orange, mengenakan jaket hijau lumut, mengacungkan kedua tangan ke udara, tertawa, lalu berteriak : “Sesajen telah disiapkan. Pembacaan mantra siap dilakukan. Demi memenangkan kupon undian”
  • Hahaha..


**


“Mas, kok kuponnya dijadiin kuburan.” Tiba-tiba sebuah suara mengusik pose kerenku.

Ah, iya. Aku hampir lupa. Ada satu hal lagi yang membuatku tidak merasa bosan ; Si manis ternyata sudi untuk duduk disampingku. Mengobrol denganku, mengamati segala kelakuanku.


“Itu foto siapa..? Kalau dilihat dari kucelnya, mirip mas togie deh..?” Tanyanya.

“Foto Che Guevara, pahlawan Kuba. Kekucelan kami, sama-sama menyiratkan kharisma, wibawa, dan jiwa kesatria. Makanya kami mirip”

Kujawab dengan tersenyum bangga. Dia menatapku sambil menggelengkan kepala. Tak berapa lama, dia ikut menyobek dedaunan dan menaruhnya diatas makam yang kubuat.


“Kok ikut-ikutan naruh kembang..?” Tanyaku
“Iya, ketularan anehnya mas togie”
“Hm, kamu meniru kelakuanku karena kamu kagum. Dan rasa kagum itu, lama-lama bisa berubah menjadi rasa cinta. Paling tidak, begitulah kata para pendahulu kita”

Dia tersenyum, aku tertawa


“Mas, kok undiannya gak dapet-dapet..?” Ucapnya setelah hadiah sudah banyak dibagi tapi kuponku tak ada yang tembus sama sekali. Tak satupun.

“Mungkin foto ini harus diganti dengan fotoku agar keberuntungan sudi mendekat kepadaku. Tak ada yang tak ingin berdekatan dengan pria ganteng. Salah satu contohnya adalah, kamu”

Dia tertawa, hatiku berbunga-bunga


“Mas, kalau biarpun fotonya udah diganti tapi undiannya tetep gak keluar juga, gimana..?” Dia terus bertanya sambil melihatku. Matanya bertemu mataku. Kami berpandangan cukup lama. Tak bersuara. Membiarkan mata kami saling berbicara. Membuatku secara tanpa sadar, penuh spontan, berani berkata :

“Berarti foto itu, perlu diganti dengan foto kita berdua”


Kyaaaa…!!
Alangkah kerennyaa…!!!!


**


“Pssttt…!!”
Tiba-tiba terdengar suara bisikan di depanku.

“Siapa pemuda yang selalu cengar-cengir itu..?”
Disusul sebuah suara lagi. Suara sinis.


Tunggu, pemuda cengar-cengir..?
Yang dia maksud pasti aku.


Hampir seluruh peserta jalan sehat mengisi waktunya untuk berdag-dig-dug cemas mengharap nomornya keluar. Hanya aku dan si gadis manis yang setia untuk bercengar-cengir serta tertawa-tawa. Bagiku, bisa cengar-cengir bersama dia lebih berharga dibanding seluruh hadiah yang ditumpuk diatas panggung panitia. Peduli amat dengan undian.


Tapi,
Siapa pula yang menyelidik tentangku..? Apa urusan dia denganku..?


Pelan-pelan, kucari dan kulihat sosok yang tadi berbisik. Sosok yang selanjutnya membuatku terlonjak kaget dan hampir berteriak :


Monster..!!”


Benar.
Si jaket kuning itu.
Dia melihatku dengan bola mata menyala api
Api permusuhan
Api pertempuran


Bagiku, sekarang dia bukan hanya tampak sebagai mahluk langka, tapi sebagai monster perusak. Bagaimana tidak..? Apalagi yang bisa kulihat dari sosoknya selain sebentuk monster..?


Rambut acak-acakan, jerawat berjumlah ratusan, tampang mengenaskan, seolah-olah tak pernah mandi terhitung semenjak dia lahirkan. Bila ditambah dengan ekspresinya yang penuh rasa sinis, iri, dan dengki itu, dia betul-betul telah berhasil merusak ketentraman dan mengganggu keindahan. Mirip monster.


Rasanya, ingin segera kukenakan lagi kacamata orange, jaket hijau lumut, memakai topi pet, berdiri tegap, berjalan congkak, berkacak pinggang tepat didepan mukanya, lalu berkata dengan penuh gaya :


Rapikan rambutmu, amplas mukamu, mandilah dahulu, baru kau boleh dekati gadis manis itu”.


Fyuhh, aku pasti akan merasa puas. Satu kepuasan yang lama tak pernah kurasakan.



Jumat, 01 Agustus 2008

Fishing Sea




Sendiri
Dengarkan celoteh sepi
Resapi tiap debur ombak yang berlari
Membentur karang
Lalu nyiprat, basahi telapak kaki

Sendiri
Hanya ada aku
Laut
Joran dan kail
Ikan dan umpan
Lalu..,

Sial

Ternyata, aku tak benar-benar sendiri
Sebab tetap ada kau
Yang menjelma sebagai sepi

Dari.. ku


Pssttt..!!!
Jangan ganggu
Aku sedang membuat sepasang sayap..,
Untukmu


Teluk penyu, akhir juli

Selasa, 22 Juli 2008

Kisah duka seorang TKI - sebuah wawancara


Wawancara ini dilakukan sejak Tarmo baru pulang dari Korea sampai sebelum dia berangkat lagi.

Mo, di Korea kamu kerja apa..?
Aku kerja di pabrik teflon. Tiap hari kerjaku ya ngelap pantat panci yang bakal dijadiin teflon. Enam hari dalam seminggu, dari jam delapan pagi sampai jam sembilan malam. Kalo lembur malah ampe jam dua belas. Ngelapnya pake mesin Gie. Pancinya bisa jalan sendiri. Dalam sehari, aku bisa ngelap ampe 15.000 panci. Intinya, kalau kamu punya panci atau wajan yang ada tulisan “Made in Korea” nya, mungkin itu adalah salah satu panci hasil karyaku.


Apakah pekerjaan tersebut mengandung bahaya..?
Yang bahaya itu kalo disuruh mengoperasikan mesin-mesin berat. Banyak lho, orang kita yang jadi cacat gara-gara kecelakaan kerja. Yang mati juga ada. Pokoknya, kalo kerja di bidang itu, siap-siap saja kehilangan jari, tangan, kaki, bahkan nyawa. Tapi kerjaku kan ngelap teflon. Jadi gak ada bahaya-bahayanya. Kerja di perikanan juga berat Gie. Menderitane Poooll..!! Saranku, kalau mo jadi TKI di Korea, sebaiknya berdoa dulu. Jangan sampai kerja di perikanan. Amiin.


Mengelap pantat teflon..? Lama-lama pasti membosankan.
Jelas lah. Bikin bete.


Lalu, bagaimana cara menghilangkan kebosanan itu..?
Kalo lagi Bete, biasanya sepulang ke kontrakan, kami kencing terus air kencingnya dimasukin kedalam botol nanti botolnya ditaruh dibawah hujan salju. Keren lho Gie, gak ampe dua jam air kencingnya udah jadi es batu. Kalo dicampur ama sirup kayaknya enak deh, kuning-kuning seger gitu. Biarpun mungkin rada asin dikit sih.


Glek..?
Tapi kalo betenya lumayan berat, terkadang kami nyolong buah anggur langsung dari pohonnya. Disana banyak kebun anggur Gie. Mau yang merah, item, ijo, semuanya aja. Kita tinggal metik. Sekali nyolong kami bisa dapet dua ransel lebih. Pokoknya puas. Wah, kalo urusan nyolong sih, kami jagonya. Lha wong kalo dirumah kami udah biasa nyolong rambutan atau mangga kok.


Apa gak dosa..?
Ya.., dosa. Tapi kapan lagi kami bisa nyolong anggur kalo bukan di Korea..?


Mo, rencananya daku lagi melakukan wawancara tentang penderitaan dan kesulitan hidup yang dialami oleh para TKI. Makanya tadi sempet pake bahasa resmi. Jadi selanjutnya, tolong ceritakan hal-hal sedih yang kamu alami. Ok..?
Yup.


Baiklah. Apa masalah utama yang kamu hadapi..?
Di korea, kami biasa nggombali TKW. Paling enak tuh nggombalin yang di Hongkong. Soalnya gaji mereka gede. Jadi lebih mudah diporotin. Kalo udah kena, mereka sering ngirim pulsa, baju, sepatu, juga makanan.


Lho..?
Tapi aku kan orangnya gak tegaan Gie. Gak pernah ikut-ikutan. Paling cuma ikut nggombal doang. Gak lebih,


Stop Mo.., itu sih gak ada sedih-sedihnya.
Berbeda dengan disini. Di korea, daging sapi murah banget. Tiap hari aku bisa makan daging. Nah, yang namanya daging sapi itu, paling enak kalo dibakar terus dimakan rame-rame. Meriah.


Kalo kaya gini, nanti wawancaranya bisa ancur Mo..!!
Tiap tujuh belasan, kami ngadain lomba-lomba juga. Dan walaupun kerja di luar negeri, tapi kami tetap membawa budaya indonesia.


Wis lah. Sakarepmu..!!
Contohnya pas pertandingan sepak bola. Tandingnya sih cuma sebentar, tapi berantemnya bisa lama. Bahkan seringnya, kami nonton bola cuma buat ngeliat orang berantem doang. Seru..!! Bak buk bak buk gitu.


Terus kamu ikut digebukin terus ditangkep polisi terus disiksa selama berhari-hari..?
Gak. Aku kan cuma nonton. Orang-orang korea juga ikut nonton kok. Bedanya, mereka nontonnya sambil geleng-geleng kepala. Kayaknya sih mereka heran liat tingkah laku kita.


Mo, gaji kamu pernah dipotong, ditindas majikan, dipalak sesama TKI, punya masalah imigrasi, ditolak cewe, atau semacamnya..?
Gak


Kamu niat kerja gak sih..? Masa gak pernah mengalami perkara gawat..?
Ya mau gimana lagi.., lha wong nyatanya gitu.


Ok, gini aja. Sepulangnya ke Indonesia, kamu dipalak oknum di Bandara Sukarno Hatta..?
Aku pulang lewat Bali. Terus ke Jogja. Abis itu langsung ke Purwokerto. Jadi gak sempet kena palak.


Lalu masalah gawatnya manaa…? Daku ingin meng-eskpos berbagai kesulitan yang dialami oleh para TKI Mo..!! Kalo wawancaranya kaya gini, lalu apa yang harus daku tulis..?
Oo, kalo keluh-kesahnya TKI sih ada. Di korea sana, kami menghadapi satu masalah krusial yang tak bisa dipecahkan oleh pihak kedutaan besar sekalipun.


Nah, gitu dong..!! Mm, masalah apa saja..?
Ck, parah Gie. Gak ada satu TKI pun yang bisa pacaran sama wanita Korea. Kayaknya orang-orang sana pada gengsi lho, kalo harus pacaran sama kita-kita. Padahal ya Gie, mereka cantik. Gak ada yang jelek. Semuanya putih. Mulus. Tinggi semampai. Kamu pernah liat film korea..? Pemainnya cantik-cantik kan..? Asal tahu saja ya. Banyak banget yang jauh lebih cantik daripada itu. Gila..!!!


Gubrak..!!
Lalu masalah iklim. Ternyata di Korea ada musim salju. Kamu pernah hujan-hujanan dibawah guyuran salju..? Dinginnya minta ampun Gie. Apalagi di daerah Seoul. Biarpun udah pake baju dobal-dobel plus jaket tebel, tetep aja dingin. Kayak didalem kulkas.


Mo..
Korea Selatan gak punya nuklir Gie. Amerika juga gak punya, apalagi Israel. Korea Utara itu jahat. Mereka punya senjata nuklir yang bisa digunakan untuk menghancurkan dunia. Serem.


Bentar Mo..
Disana para TKI sering ditemui oleh orang-orang kulit putih. Diajak pindah agama. Aku juga pernah ketemu mereka. Aku dikasih selebaran.


Wuih, ini baru menarik. Patut untuk di analisa. Lalu, selanjutnya bagaimana..?
Oh iya. Aku pernah punya pacar. Disana ada TKW juga lho, banyak yang cantik malah. Tapi beda distrik. Pokoknya ya Gie.., mereka itu..


AAARRRGGGHHH…!!!



Maaf kalau wawancara ini berbeda dengan harapan anda.
Ternyata, daku mewawancarai orang yang salah
togie