Kamis, 17 Oktober 2013

Februari - Maret, 2010



February 1, 2010 via mobile
Kl mau pergi, pergilah skrng jg. Sekarang atau besok, toh sakitnya sama saja. Lbh baik cpt2 dipastikan, drpd makin bnyak wktu yg trbuang prcuma.

March 11, 2010 via mobile
Menghapus semuanya, dan mulai lg dr titik nol. Sama, sprti yg kuharapkan.

March 11, 2010 via mobile
Silahkan anggap aq bodoh. Aq hanya tidak ingin mengambil apa yg bukan menjadi hak ku. Kau ambil sendiri saja. Dan jngn prnh lg ajak aq.

March 11, 2010 via mobile
Rakus, tamak, serakah, munafik, laknat, trkutuk. Adakah t4 yg bebas dr orang2 macam itu? Ada. Di kolam, dan akuarium guramehku.

March 11, 2010 via mobile
Satu hari pertama, sudah 52 larva gurame yg mati. Dr 10200 ekor, target hidup dipatok 95 persen. Msh bs trcapai.

March 12, 2010 via mobile
Trbaring d atas dinginnya lantai, pukul 4 pagi. Dan menikmati gemericik suara air dr 7 akuarium, d kamar ini. Ap kbr, ikan2 ku.

March 12, 2010 via mobile
Hdp itu bkn untuk d nikmati. Tp d jalani. Melewati masa senang atau sedih, brsama ataupun sndiri. Hadapi saja. Maju. Dan jgn menoleh ke belakang.

March 12, 2010 via mobile
Menyedihkan. Kata2 yg aku buat untukmu, trnyta hanya bs kupajang d facebook ku.

March 22, 2010 via mobile
Terdiam smbl mengamati, beberapa orang yg tanpa sadar, sedang menghancurkan diri sendiri. Hanya karena uang.

March 22, 2010 via mobile
Kita hidup, agar bs mati. Sebab syarat utama agar bs mati hanya satu. Hrs hdp trlbih dulu. Tunggu, dan jalani semuanya. Jgn mengeluh.

March 29, 2010 via mobile
Mimpi2 qt sbentar lg terwujud, dik. Aq ingin kau trsnyum melihatku dr alam sana. Melihat apa yg sdng aq lakukan, untukmu.

March 29, 2010 via mobile
Siapa blng kl kau tlh prgi? Tdk. Kau msh disini. D hatiku. Menemaniku sampai nanti saat aq menyusulmu.

Topeng, Baju, dan Istriku



Topeng, Baju, dan Istriku

“Tolong ambilkan topeng yang baru kubeli itu, bu.
Yang bersih wajahnya, yang tipis kumisnya,
yang tapi kok rada tebel jenggotnya.
Soalnya, akhir-akhir ini, topeng macam itu,
lagi banyak banget yang suka.
Kau liat saja nanti, pidatoku di layar tv,
kau pasti bangga.” Ucapku sebelum berpamitan.

Maka begitulah.
Berkat topeng, di podium ini, aku jadi maha bintang.
Yang jantan, tampan, berkharisma,
dipuja pria, digandrungi wanita, dihormati pula oleh waria.
Berkat baju, di layar tv aku sempurna.
Yang bersih, tak punya dosa, tak ada cela,
terlihat layak banget ngurus negara.

“Merdeka!!!” Teriak topengku.
“Merdeka juga!!!” Balasan menggema.

Pulang ke rumah, istriku menyambut.
"Ayah hebat," dia memuji
“Aku bangga,” mengucap lirih.
“Aku suka,” berbisik genit.
“Aku ...”

Dan maka, akhirnya, lalu begitulah.
Tiba-tiba aku sudah bengong telanjang.
Melihat istriku yang sedang asyik menggumuli,
baju dan topeng yang tadi aku kenakan.