Kamis, 17 Oktober 2013
Februari - Maret, 2010
Topeng, Baju, dan Istriku
Jumat, 24 Agustus 2012
MasaLalu yang Akan Terkubur
Ada satu hal yang muncul setiap kali membuka multiply
Air Mata
Tetesan masalalu yang merembes dari relung-relung ingatan, mengalir melalui benang-benang syaraf menuju sudut mata, menggumpal membentuk titik-titik bening dan lalu jatuh membasahi pipi..
Selamat tinggal, kenangan yang akan terkubur
Selamat tinggal, insan-insan yang telah ikut menuliskan kisah-kisah manis dalam halaman-halaman takdirku
Amarylis, Ronitoxid, Hanyasendu, Rinimaru, akmal, inimona, dan masih banyak lagi nama-nama yang sangat kuhafal diluar kepala. Ya, nama-nama yang tak pernah hilang dari ingatan walau sudah bertahun-tahun tak saling berkomunikasi
Masihkah kalian mengingat kisah-kisah itu..?
Aku, masih..
Aku, mantan mahasiswa teknik, yang dulu sering menulis dari warnet bertarif seribu perak per jam itu
Rabu, 15 Agustus 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Apa yang terlintas setiap kali membuka akun di multiply..? Rindu.. Ya, rindu.. Pada semua orang yang pernah aku temui disini.. Pada semua hal yang pernah kita lakukan disini.. Pada semua kenangan yang masih tertulis disini.. Tentang kita semua.. Tentang banyak dari kisah hidup yang pernah kita alami bersama..
Selasa, 19 Juni 2012
From the past
Mana yang lebih 'islami'..?
Ketika ada seorang nenek-nenek yg kesulitan menaruh keranjang rumput ke pungungnya. Dan saat itu ada 2 orang yang melihat :
1. Anak muda berjenggot, berpeci putih, baju gamis, dan celana panjang diatas lutut. Ibadahnya rajin. Namun dia hanya diam saja tanpa berniat menolong.
2. Pria muda bertampang kucel, rambut keriting gak terurus, baju dekil dan badan bau gara2 abis ngangkatin pupuk kandang, celana jeans sobek2, soal shalat masih bolong-bolong. Tapi dia bergegas menghampiri si nenek, membantu mengangkat keranjang rumput, bahkan menawarkan diri untuk membawa keranjang sampai rumah. Sayang si nenek bilang, tidak usah..
Mungkin, kita akan menjawab bahwa pria pertamalah yg lebih 'islami'
*Tepi kolam tembok. Saat merenungi sebuah kenangan dari masalalu
Pagi yang menakjubkan
Pagi ini telpon berdering
"Kolamnya terpalnya cepet di siapin. D surabaya ada yg melihara lele d kolam terpal. Gak pernah d kasih makan. Gak pake pellet. Tebar ukuran batang rokok, dlm waktu 2 bulan bs panen 1 ton konsumsi. Organik. Pdhl kolam kecil, 4 x 6 meter. Coba ditiru tuh. Ama nyoba bwt guramehnya sekalian. Pokoknya di coba. Cepet, gak pake lama. Dah dulu ya, bapak sibuk"
Tuuutt.. Tuutt..
Si anak hanya bisa bergumam dalam hati
"Duh bapaakk.., satu bulan ini daku dh pusing gara2 kebanyakan baca artikel bebeeek. Mbok ya jangan tiba2 langsung dksh tugas yg super mustahil ky gt lah. 1 ton? tanpa pakan? dua bulan? kimia, biologi, fisika, mikrobiologi, fermentasi, pH Buffer, DO, Kanibal, organik? Itu konsepnya beda ama sistem yg biasa, Bapaaaakk. Dan daku harus belajar dr awal lagiii..!!!!"
*Migrain.., langsung migrain..
Jumat, 11 Mei 2012
Kamis, 10 Mei 2012
Minggu, 22 April 2012
Minggu, 26 Februari 2012
Petuah dalam menjalani kehidupan
Didalam setiap bekerja jangan memastikan, sebab banyak kejadian yang terhalang rintangan dan halangan, yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itulah manusia hanya dituntut untuk selalu berupaya keras, dan Tuhanlah yang akan menentukan. Oleh karena itulah tidak sepatutnya manusia memastikan apa yang bakal terjadi. Dan kalaupun tahu tidak boleh diberitahukan kepada orang lain, karena bisa membuat celaka.
Kamis, 01 Desember 2011
Sabtu, 09 April 2011
tentangku, tentangmu, tentang kita
Malam itu...
Selalu saja, di waktu malam
Dia menampakkan diri
Muncul dari tebalnya kabut angan, melayang mendekat, memeluk sambil menepuk-nepuk punggungku..
Rasanya seperti selembar mimpi
Di setumpuk alam sadar kita
****
"Kau lemah..!!"
Ujarnya seusai memberiku waktu sejenak tuk duduk dan menghempaskan badan
"Hh..."
"Aku tidak lemah, aku justru terlalu kuat" Timpalku
"Tetap bisa melangkah walau kaki goyah"
"Bangkit walau terpuruk"
"Tak peduli berkali-kali hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, aku selalu bisa pulih lagi. Walau perlu waktu sejenak tuk memulihkan diri"
Hening sejenak
Hanya ada kabut
Dan detak jam dinding
"Memulihkan diri sambil menangis...?"
Dia bertanya sambil menatapku, dengan tatap mata kosong..
"Apa salahnya..?"
Jawabku lagi..
"Aku sengaja menangis, tuk mengumpulkan airmataku menjadi sebuah danau di dada ini. Danau yang tak begitu luas namun cukup menentramkan hati. Dengan sebuah perahu yang mengapung di permukaannya, dengar ratusan ekor binatang air yang berenang di dalamnya, dengan lusinan burung bangau yang beterbangan diatasnya."
"Dengan luas padang rumput yang mengelilingi danau itu. Dan sebuah pohon rindang, dimana aku bisa duduk bersandar, melamun sambil menikmati indahnya danau buatanku"
"Menikmati rasa sakit maksudmu..?"
Dia terus bertanya, dengan mata yang perlahan-lahan mulai basah
"Apa artinya sakit..? Apa yang kau maksud dengan rasa sakit..? Apakah perasaan tersayat di hati ini..? Rasa hancur di dada ini..? Frustasi di kepala ini..? Apa..? Apa..? Apa..?"
"Orang hanya akan merasa sakit bila kehilangan sesuatu yang dia miliki. Yang dia ingini. Sedang kau tahu..? Sejak kehilanganmu, aku juga sudah kehilangan segalanya. Arti hidup, tujuan, cita-cita."
Dan kini dia terdiam..
"Aku tahu bahwa kelak aku hanya sendiri. Benar-benar sendiri. Hanya ditemani kau, yang entah nyata atau tidak. Tapi, apa peduliku..? Aku hanya perlu melakukan apa yang harus aku lakukan. Tetap berbuat baik walau disakiti, pasrah walau didzalimi, diam walau dihianati. Seperti yang aku bilang, apa peduliku..? Toh yang merasakan semua itu adalah aku. Bukan orang lain."
Dia terus diam
"Kau tak mungkin sanggup menghadapi semuanya. Terlalu bersih tuk hidup di alam yang busuk ini. Itulah kenapa kaulah yang harus pergi. Bukan aku."
Dia masih diam
"Sekarang aku memang kehilanganmu, tapi aku ingin kita bisa bertemu lagi. Bersama lagi. Ditempat yang lebih baik dari ini. Lalu melakukan semua yang kita ingin. Yang kita cita-citakan dulu. Aku, sedang berusaha mempersiapkan tempat itu. Untukku, untukmu, untuk kita. Itu, yang membuatku, tetap bisa bertahan sampai sekarang. Tetap melakukan semua hal yang tak mungkin bisa dicapai"
Dan dia tertunduk. Beberapa butir berlian merembes turun dari kedua sudut matanya. Berlian yang warnanya seterang mentari
"Kamu tenang sajalah."
Sekarang giliranku yang menepuk pundaknya..
"Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk semua orang. Mungkin, banyak yang memilih jalan yang salah saat menemui persimpangan. Tapi, bukankah aku masih bisa berharap, bahwa persimpangan itu tetap membawa mereka ke arah yang satu..? Walau mungkin lebih sulit dan berliku..?"
"Aku, hanya perlu melakukan yang dari dulu selalu aku lakukan. Mengalah, dan terus mengalah. Agar tak menyimpan dendam atau marah. Agar apapun yang telah dan akan aku alami, aku tetap bisa ikhlas berdoa. Agar semua orang mendapatkan apa yang paling baik untuk mereka."
****
Malam itu..
Selalu saja, di waktu malam
Dia datang dalam ilusi
Dan lalu pergi
Dibalik tebalnya kabut mimpi
Senin, 24 Januari 2011
Sebuah pesan sayang, untukmu
Menjelang pukul kosong-kosong dini hari, Pria itu masih memencet keyboard yg tak ada hurufnya. Menatap monitor yang redup warnanya. Menanti selesainya download yg minta ampun leletnya.
"Masih lamakah..?" Seseorang yg bertanya
"Sebentar lagi, sayaang.." Dan hanya dijawab singkat lewat HP
Ada perjalanan yang seolah terasa jauh
Padahal hanya kita lalui sambil duduk
Sepuntung rokok menyala
Membakar sepi
Mengusir galau
Dan pria itu masih saja terduduk
"Sedang melakukan perjalanan jauh" katanya
Padahal sedari tadi, dia hanya duduk berjam-jam disitu
"Apa yang kau cari..?"
"Mau dengan cara apa kau habiskan sisa hidup?"
Sepuntung rokok masih menyala
"Dengan caraku sendiri, sayaang.."
"Dengan cara yang mungkin takkan pernah kau pahami, sampai nanti kita berpisah"
Adakalanya, hal terbesar yg bisa kita beri, adalah rasa kehilangan
Saat bisu mulai bercerita tentang kenangan
Tentang segala hal yang tadinya sempat terlupakan
"Aku tak menginginkan banyak dalam hidup ini. Yang aku ingin cuma satu. Bisa tersenyum tenang sesaat sebelum aku mati"
Sebab semua pasti akan ditinggalkan.
Apa yang pernah kita kejar, apa yang pernah kita dapat, apa yang pernah kita miliki
Rumah kita ditinggali oleh orang lain
Anak yg kita besarkan sudah hidup bersama orang lain
Harta kita dihabiskan orang lain
Benar-benar tak ada yang tersisa, kecuali sekedar harapan
Pria itu masih terus mengetik
Memencet keyboard tanpa huruf
Tak ada yang lebih membahagiakan dalam hidup ini, selain melihat apa yg kita tinggalkan, memperoleh apa yg terbaik buat mereka. Dan tak ada yg lebih membahagiakan dari mati, selain bisa meninggalkan, bekal yang terbaik bagi mereka. Walau mungkin hal itu hanya bisa mereka dapat dari orang lain, bukan dari kita
Malam kian larut. Dan pria itu masih tetap menulis, tentang seseorang, yg pernah kehilangan segalanya. Teman, saudara, kekasih, sahabat, rasa takut.
"Dengan semua ini, semoga, andai aku tak diberi cukup waktu untuk membahagiakanmu.."
"Kau tak salah mengambil langkah, dalam menemukan orang yg lebih baik dariku.."
"Walau mungkin terasa aneh dan menyebalkan, tapi inilah cara yang aku pilih, untuk mencintaimu"
jan 010
lonelie, gie
Kamis, 13 Januari 2011
BlunderBeelll
Capek.., penat..
Putus asa
Seperti sedang melangkah letih menyusuri lorong panjang
Yang ujungnya buntu
Dan terpaksa harus berbalik
Apa aku harus menyerah..?
Tidak
Jari kelingkingku terluka dan hamil karena nanah
Detak jantungku detik demi detik terus saja melemah
Kepalan tanganku tak lagi kuat seperti dulu
Berat badan pun terus saja merosot
Mendekati angka empat puluh
******
Aku memang masih bisa melangkah maju
Atau justru berbalik dan mengambil arah baru
Tapi, apa gunanya,
Bila hasil yang aku peroleh nantinya berakhir sama..?
Putus asa..?
Tidak..., tak boleh
Saat semua gelap dan tak terlihat apa-apa
Kita harus yakin
Bahwa ada beberapa jenis cahaya
Yang hanya bisa dilihat dengan mata tertutup
Masalahnya, hanya ada pada waktu yang belum tepat
Atau kita yang belum mampu
Cuma itu..
Minggu, 19 September 2010
Sabtu, 18 September 2010
Benih gurameh ukuran kuku (umur -/+ 40 hari)
| Category: | Other/General |
| Price: | Rp. 100 - 120 per ekor |
Untuk ukuran, gak begitu seragam. Untuk foto, itu yg udah umur 65 harian. harga rp 250. Tp udah kuat, terakhir dipindah ke kolam, hampir gak ada yang mati
Untuk sekarang sampai 3 bulan ke depan, sanggup nyediain 10.000 ekor per bulan. Tapi untuk bulan ke 4 dan seterusnya, mungkin bisa 40.000 ekor.
Hehe, maklum, untuk saat ini, masih harus di bagi buat dipelihara di kolam :P
