Minggu, 08 Oktober 2006
Sabtu, 07 Oktober 2006
linux.or.id | Media Online Komunitas Linux Indonesia
Linux merupakan OS yang lumayan handal, namun juga lumayan sulit untuk dipelajari. Sayangnya, informasi tentang OS ini sebagian besar ditulis dalam bahasa inggris yang bagi orang awam terasa lebih menyeramkan bila dibandingkan dengan tampang garang anggota "Komisi Disiplin" di Ospek kampus
Nah, website ini menyediakan informasi bagi kita yang ingin tahu lebih banyak tentang linux tanpa harus bersusah payah membuka kamus atau mengaktifkan transtool.
Jadi, selamat belajar
Thriller : Misteri dibalik hilangnya pulsa saya
pukul setengah enam sore saya membeli voucher mentari senilai sepuluh
ribu rupiah. Bila ditambah dengan sisa isi ulang bulan kemarin maka
total pulsa yang saya punyai adalah Rp. 10.950,00. Nah, pulsa sebanyak
itu kemudian saya gunakan untuk menelpon bapak dan mengirim dua buah
sms pada teman saya. Salah satunya kepada saudari Zuni
yang isinya tidak lain adalah "Memamerkan" banyaknya pulsa yang saya
miliki. Saat itu pulsa yang tersisa seharusnya sekitar sembilan ribu
rupiah lebih sedikit.
Nah, pukul satu dini saya kembali memeriksa sisa pulsa karena
rencananya saya ingin pamer-pamer lagi dan saya butuh data pulsa yang
akurat. Tapi celakanya, tanpa disangka dan diduga-duga ternyata pulsa
yang dideteksi hanya sebesar Rp. 3.215,00. Tidak lebih.
Lah kok bisa...?
Ya mana saya tahu, pokoknya tiba-tiba sisa segitu lah.
Awalnya saya mengira bahwa saya sedang mengalami mimpi buruk. Lebih
buruk dari rona muka George W Bush saat harus menahan buang air besar
di sidang umum PBB. Namun ternyata perkiraan saya salah. Kehilangan ini
adalah sebuah realita, yang harus saya terima dengan lapang dada.
Karena itu pula pada saat makan sahur, saya menginterogasi seluruh
anggota keluarga. Baik yang berusia tua, muda, pria ataupun wanita.
Mereka saya tanya perihal kehilangan ini. Namun jawaban yang mereka
berikan ternyata sama.
"HP kamu kan di password Gie, mana bisa kami pakai..? Huh, sukurin"
Duh, akhirnya dengan rasa putus asa saya mencoba menghubungi operator
di nomor 222. Tapi seperti yang sudah saya duga, mbak operator yang
suaranya merdu itu tak kunjung menjawab panggilan saya. Number Busy
katanya.
Ah, jangan-jangan dia telah melupakan saya...
Dan akhirnya sampai sekarang inipun, saya belum mengetahui kemana pulsa
saya pergi. Dia hilang tanpa jejak, tanpa pamit, maupun tanpa permisi.
Andai saat itu saya sempat mengucapkan salam perpisahan padanya. Salam
perpisahan paling indah yang belum pernah tertulis di buku-buku sastra.
Perpisahan indah yang penuh kata-kata manis, gelak tawa, dan juga
airmata. Perpisahan indah yang.............
Ah.., andai saja kutahu kemana dirimu pergi. Pastilah kan slalu kucari.
Segunung harta kan kudaki, lautan wanita cantik kan kusebrangi. Demi
untuk mendapatkanmu lagi.
Selamat tinggal pulsaku, semoga kau temukan kebahagiaan disetiap jejak langkahmu.
Selasa, 03 Oktober 2006
Mahasiswa yang gemar membaca komik pasti tidak tahu banyak tentang agama...? Bah...!!!
Suatu hari saya berdiskusi dengan salah seorang penghuni multiply,
via YM . Saat itu saya ditanya "Gie, kamu tahu kan bahwa Ali ra dan
Fatimah ra baru mengetahui bahwa mereka saling jatuh cinta saat sudah
menikah..?" Dan kontan saja pertanyaan tersebut saya jawab dengan "Ya,
saya tahu" karena saya memang pernah membaca cerita tersebut.
Masalahnya adalah, saat itu ada pula seorang
mahasiswa teknik yang "bertamu" ke PC saya dan kebetulan dia membaca
dialog tersebut. Tanpa disangka, dengan polosnya kemudian dia bertanya
"Memang kamu tahu cerita itu Gie..? Lha wong kamu itu hobinya baca
komik kok..?"
JELEGAAARRRRR!!!
Suara petir pun bergema, menggetarkan tembok warnet dimana saya berada. Bising, terasa memekakkan telinga
Namun untunglah kebisingan itu bersifat sementara
karena saya tahu bahwa mahasiswa tersebut memang belum begitu mengenal
saya. Dia hanya bisa menilai kepribadian saya dari luarnya saja. Ya,
mungkin dia menganggap saya ini hanyalah seorang mahasiswa tampan yang
gemar membaca komik. Yang tak tahu banyak tentang sejarah atau agama.
Karena itu pula saya tidak bisa menyalahkan mahasiswa tersebut. Toh dia
bebas menilai diri saya. Seaneh apapun penilaiannya
Akan tetapi, menilai seseorang dengan cara seperti
itu tidaklah bijaksana. Kenapa..? sebab penampilan luar tidak selalu
menampakkan sifat asli dan kemampuan seseorang.
Misalnya saja saat melihat pengemis yang berpakaian
kumal, kotor dan amburadul masuk ke dalam masjid. Mungkin kita akan
berpikir seperti ini :
"Ih jorok. Masa dia mau shalat dengan baju sekotor itu...? Memang tidak ada najisnya..? Memang nanti shalatnya diterima..?"
Coba bandingkan bila yang kita lihat adalah pria tampan yang memakai baju gamis dan kopiah. Mungkin kita akan berpikir :
"Pasti orang alim nih.., pasti aktifis kampus nih..!!"
Seperti itulah penilaian kita. Padahal bila
diperkirakan lebih lanjut, bisa saja pengemis yang kita lihat tadi
membawa baju ganti. Satu-satunya baju bersih yang dia punya. Yang hanya
digunakan untuk shalat, menghadap Allah Sang Maha Pencipta. Dan bisa
pula pria berjubah yang tampan itu hanyalah seorang pencuri kotak amal
yang sedang mempraktekan modus operandi barunya.
Bisa saja toh...
Karena itulah, menurut saya yang namanya "kesan
pertama" tidaklah selalu tepat. Harus dilakukan pengamatan lebih
mendetail agar kita bisa mendapatkan kesan kedua, ketiga dan
seterusnya, yang biasanya lebih akurat. Memang sedikit ribet tapi
begitulah seharusnya, agar tidak terjadi salah paham. Dan itu pula yang
harus kita budayakan dalam bersosialisasi dengan manusia lain.
Jadi.., marilah kita berhati-hati dalam menilai
seseorang. Jangan sampai penilaian kita hanya menimbulkan setumpuk
prasangka buruk dan salah persepsi yang akut. Contohnya saja, menilai
bahwa mahasiswa tampan yang gemar membaca komik "PASTI" tidak tahu kisah antara Ali ra dan Fatimah ra.
Lalu bagaimana kalau mahasiswa tersebut tidak tampan Gie..?
Lha, kalau masalah ini ya saya tidak tahu. Sebaiknya tanyakan pada teman saya saja
Kamis, 28 September 2006
PSK, Dialektika dan Konspirasi Global (Gak Nyambung)
Sebenarnya semua hal di muka bumi ini bersifat dialektis. Dan kita diciptakan lengkap dengan naluri untuk memahami dialektika tersebut. Setiap mendengar kata pria maka tanpa sadar otak kita berpikir pula tentang wanita. Saat melihat warna hitam, secara refleks kita membayangkan pula warna putih. Dan jika kita teringat pada "Kanjeng Setan Laknat Tumraping Jagat - George Bush Jr" maka mau tidak mau kita teringat pula pada manusia biasa seperti bang Osama. Ya, semua bersifat dialektis.
Dialektika mencegah kita untuk selalu terfokus pada satu objek dan melupakan objek yang lain. Hal ini sangatlah bermanfaat karena manusia tidak boleh memandang sesuatu hanya dari satu sisi. Kita harus berusaha untuk menemukan dan melihat dari sisi yang lain. Itulah makna dari dialektika.
Akan tetapi makna tersebut seakan sirna tatkala saya melihat sebuah berita kriminal di salah satu stasiun televisi swasta negeri ini. Berita tersebut berbunyi :
"Pada razia minggu malam aparat berhasil mengamankan beberapa PSK dan tiga orang waria. Dan... Bla.. Bla.. Bla.."
Sebenarnya berita tersebut akan saya tanggapi dengan sikap biasa saja seandainya saat itu saya tidak berpikir bahwa waria yang ditangkap aparat itu pun termasuk PSK juga. Ya, mereka pun berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial. Sama seperti mereka yang berjenis kelamin wanita.
Jujur saja, istilah baru ini begitu menggelitik sel-sel kelabu di otak saya karena istilah PSK sendiri pun masih begitu rancu dalam penggunaannya. Agar lebih jelas mari kita tanya Wikipedia.
Menurut bang Wiki, PSK merupakan singkatan dari Pekerja Seks Komersial, yaitu sebuah layanan "Full Body Rent" yang mengenakan tarif per satuan waktu atau per satuan konsumsi. Sekarang coba anda lihat kata-kata yang saya beri cetak tebal. Nah, menurut anda seberapa eratkah hubungan antara Pekerja dan Komersial...? Ya, hubungan keduanya begitu erat. Karena pada umumnya jika seseorang bekerja maka motifnya ya komersial. Apalagi jika dihubungkan dengan dunia prostitusi, tidak ada yang namanya Pekerja Seks Sukarela kan...? Lalu kenapa nama yang digunakan tidak cukup hanya dengan pekerja seks saja. Kenapa harus ditambahi embel-embel komersial segala...?
OK, mari kita ingat lagi istilah yang digunakan beberapa tahun lalu. Para "penyedia jasa" tersebut diberi nama WTS (Wanita Tuna Susila) yang secara sederhana dapat diartikan sebagai wanita yang mem "Body-Rent" kan dirinya. Secara hukum dialektika, dari istilah tersebut dapat kita turunkan pula istilah lain. Diantaranya adalah PTS (Pria Tuna Susila) dan WadTS (Wadam Tuna Susila). Hal tersebut dilakukan karna pada dasarnya pekerjaan sewa-menyewa tubuh tidak hanya dimonopoli oleh kaum hawa.
Nah, anda lihat kan betapa bergesernya makna WTS dan PSK. Saat kita masih menggunakan istilah WTS, secara tidak langsung kita bisa mengasumsikan bahwa ada juga yang namanya PTS dan WadTS. Namun saat istilah PSK mulai digunakan, kita pada umumnya dan pers pada khususnya lebih sering mengasumsikan bahwa yang namanya PSK itu ya wanita. Buktinya terlihat pada berita yang telah saya sebutkan diatas bahwa Waria yg menjajakan diri ternyata tidak termasuk PSK.
Nah, hal ini menimbulkan sebersit kecurigaan di benak saya. Jangan-jangan ada sebuah konspirasi global berskala nasional yang menginginkan agar masyarakat menganggap bahwa hanya wanitalah yang boleh berprofesi sebagai PSK. Bahwa kalau ada operasi "PEKAT" (Penyakit Masyarakat) maka wanitalah yang dimaksud sebagai penyakit itu. Bahwa kalau ada operasi "Berantas Maksiat" maka wanitalah yang dianggap sebagai sumber maksiat. Buktinya, kalau ada razia di tempat hiburan malam maka yang dituduh sebagai PSK ya para wanita itu. Mana ada laki-laki normal yang ditangkap, dilecehkan dan digelandang ke kantor polisi karena dituduh sebagai PSK. Tidak ada!!!
Sabtu, 23 September 2006
Berkumpulnya kembali teman2 SMA
Sesuai Janji saat di yogya, akhirnya foto ini daku upload juga. Semoga skripsinya cepet kelar zun... (ditunggu makan-makannya)
Gambar diambil pada saat syukuran wisudanya teman kami Ginting Tri Pamungkas . Selamat Think, semoga lekas memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Tidak dihinggapi sindrom aneh yang biasa diidap para sarjana baru yang masih "Klangen" dengan kehidupan mahasiswa.
Ayo Gie.., Kapan dikau wisuda...?
WADEZIG....!!!!
DUAKKK...!!!
Anu.., Silahkan Klik Untuk Enlarge dan See The Comment That I Made With The Hard Dificculty In The Warnet
(bahasa inggrisnya udah bener kan yah...?)
Selasa, 05 September 2006
Download Gratis Artikel Islam, Buku Islam / ebook Islam, Ebook Kristologi, MP3 Ceramah Kristologi & Kumpulan website Harun Yahya berbahasa Indonesia
Jika anda ingin memiliki buku-buku/artikel tentang keislaman.., tentang kristologi atau ingin mendengarkan file audio hasil capturing dari VCD ceramah Hj. Irene Handono dan DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH namun keinginan tersebut terganjal oleh masalah biaya
Maka anda termasuk orang yang layak untuk mendownload file-file yang tersedia di situs ini.
File e-book tersedia dalam format CHM yang bisa dibaca secara offline. Dan situs ini menyediakan link dimana anda dapat mendownload program untuk membuat file chm sendiri.
File MP3 dipecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil agar dapat lebih mudah di download
Tersedia juga link menuju ke Alquran online, lengkap dengan terjemahannya (dan bisa di copy-paste)
Akan tetapi bila suatu saat anda diberi keluasan rejeki maka sudah selayaknya anda membeli buku tersebut karna setahu saya tidak semua file disini sudah memperoleh ijin untuk dijadikan e-book. Jadi anggap saja bahwa situs ini menyediakan semacam review superlengkap tentang buku yang ingin anda miliki
Dan asyiknya lagi bila suatu saat situs ini mengalami masalah, disediakan link menuju ke situs lain yg berisi materi yang sama. Jadi urusan download-mendownload dan irit-mengirit dapat jalan terus
Selamat mendownload