Jumat, 27 April 2007

Tentang Sikap - Valentine

Valentine, betapa umat muslim mulai ribut jika tanggal 14 Februari menjelang. Ada yang mengecam, ada yang membolehkan, bahkan ada yang mencibir sikap keduanya. Valentine, seakan-akan menjadi ajang adu argumen yang rutin diadakan setiap tahun.

 

Sejarah

Alkisah, dahulu kala kaisar Claudius II mewajibkan setiap lelaki romawi untuk mengikuti wajib militer lalu dikirim ke medan perang. Mereka dilarang menikah karena pernikahan hanya membuat mereka lemah. Prajurit tidak akan bisa berkonsentrasi memenangkan peperangan jika masih memikirkan istri dan anak di kampung halaman.

 

Akan tetapi terdapatlah seseorang yang bernama Saint Valentine. Beliau seorang penganut katholik yang tetap konsisten untuk menikahkan pasangan romawi. Menurut beliau cinta adalah anugerah dari tuhan dan menikah adalah satu-satunya jalan untuk men-sah-kan anugerah tersebut. Hukum manusia tak bisa membatasi berlakunya hukum Tuhan. Karena sikapnya inilah sang pendeta akhirnya harus meregang nyawa, dihukum mati oleh sang penguasa.

 

Realita

Sayangnya, pola pikir masyarakat kita terkadang begitu ngawur, benar-benar amburadul. Mereka menetapkan hari kematian sang santo sebagai hari kasih sayang, artinya hari mengekspresikan rasa cinta. Untuk ini, diperlukan berbatang-batang coklat, bunga, sentuhan, rabaan, bahkan kegadisan. Akibatnya tidak sedikit yang menganggap bahwa hari valentine adalah saat yang tepat untuk melepas keperawanan. Konon katanya demi cinta.

 

Para ulama pun terkadang kurang berpikir panjang. Mereka membuat statement bahwa memperingati hari valentine adalah bid’ah. Sebenarnya saya setuju dengan pendapat ini. Tapi sayang, mereka kemudian berkata bahwa "Memperingati hari valentine sama saja dengan menuhankan yesus”. Yang sebenarnya kalau dirunut-runut statement ini sangat tidak nyambung.

 

Ok, yang pertama kali menetapkan perayaan ini memang Paus Gelasius I, seorang penganut kristiani. Tapi peringatan tersebut hanyalah sebatas peringatan saja, seperti peringatan hari kemerdekaan Negara kita. Coba anda buka bible, tolong tunjukkan ayat mana yang memerintahkan umat kristiani untuk merayakan valentine..!! Saya rasa tidak ada. Dan parahnya lagi, ada beberapa kasus dimana yang disalahkan bukanlah perayaan valentine-nya, tapi sang Saint Valentine sendiri, yang mungkin tidak tahu menahu bahwa kelak hari kematiannya akan dirayakan secara besar-besaran.

 

Lalu, mari kembali ke masa kini. Mari buka mata, amati realita. Lihatlah para ulama kita, banyak dari mereka yang masih tunduk dan patuh pada hukum yang dibuat penguasa walaupun hukum tersebut jelas-jelas bertentangan dengan syariat agama. Dan menurut saya, sikap Saint Valentine sangat pantas untuk diteladani oleh para ulama kita. Bukan malah dijelek-jelekkan padahal dirinya sendiri gemetar jika berhadapan dengan penguasa. Tanpa berani melawan.

 

Karena itu, marilah kita berusaha untuk lebih bersikap terbuka. Sebelum membuat pernyataan tentang valentine, lebih baik kita teliti dulu tentang apa valentine itu, tentang siapa saint valentine sebenarnya. Mari kita belajar betapa berartinya sebuah perjuangan, bahwa sikap konsisten terhadap hukum agama terkadang diikuti resiko mengorbankan nyawa. Bukan malah bermesraan, berpelukan, berduaan bahkan sampai mengorbankan keperawanan.

 

Itulah pendapat saya, yang setuju dengan sikap Saint Valentine namun menentang keras perayaan Valentine. Lha wong maknanya saja sudah beda kok. Yang satu bertema perjuangan, yang satunya lagi diisi dengan mesra-mesraan. Gak ada hubungannya.

 


KKN LemahJaya,
Februari 2007



link :

valentine wiki

Valentine - Menuhankan yesus

Cerita Kaki Bukit

Di kaki bukit, ditengah derasnya hujan kau berkata : "Gie lihatlah pemandangan di bawah sana. Begitu hijau, damai, menyejukkan mata. Aku suka disini, aku ingin tinggal lebih lama."

Dalam diam, hatiku pun berkata : "Bagiku, bening bola matamu lebih indah dari apa yang sedang kau lihat. Aku pun ingin lebih lama disini, menikmati keindahan ini, bersamamu. Tidak dengan yang lain"




Di kaki bukit, dalam pekatnya malam, seiring lampu motor yang mulai redup kau mengeluh : "Gie, aku takut. Bagaimana denganmu..?"

Dalam bisu ku timpali :" Ya, aku juga. Aku takut saat-saat ini akan berakhir. Aku takut berpisah denganmu. Aku tak ingin sendiri lagi seperti dulu. Aku takut..., pada ketakutanku."





Di kaki bukit, disergap hawa dingin kau bertanya : "Gie, kenapa kau tidak berusaha untuk memperbaiki diri. Tidur larut malam, mulai merokok, tidak pernah bersikap tegas.

Ck, sebenarnya ingin kujawab : "Aku memang tidak se-sempurna yang kau harapkan. kau memang bisa melihat berbagai kekurangan yang kumiliki. tapi itu semua sengaja kutunjukkan padamu. agar kau dapat lebih mengenalku, apa adanya. Tanpa ditutup-tutupi. Tapi percayalah, bukan berarti aku berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik."





Di kaki bukit, saat hujan berubah menjadi butiran gerimis kau berkata : " Gie, aku sudah punya pacar"

Bah.., ingin rasanya kau tahu bahwa : "Mencintaimu atau tidak, itu urusanku. Mencintai orang lain atau tidak, itu urusanmu. Tapi ingat satu hal, sebelum janur kuning dipasang, sebelum akad nikah dilaksanakan, aku masih boleh berjuang untuk mendapatkanmu. Kau tidak bisa melarangku jatuh cinta, seperti halnya aku tidak bisa melarangmu.





Dan di kaki bukit, dalam sepi, di saat-saat terakhir kau memprotesku : " Gie, kalau kau menyukaiku kenapa tidak diperlihatkan pada teman-teman yang lain...?

Sungguh saat itu hatiku berkata : "Bukan.., bukan itu. Aku suka kamu, cuma kamu. Tapi aku ingin mendapatkanmu dengan caraku sendiri, dengan usaha sendiri. Agar cinta yang tumbuh di hatimu, berasal dari tetes keringat yang ku keluarkan, bukan dari bujuk rayu teman-teman."





Sebuah lamunan dalam perjalanan pulang
Di kaki bukit

Lemahjaya, Maret 07
Selepas mengajar PBA tuk terakhir kali

 

Sajak perpisahan

Bulan mulai redup
Bayangmu pun menghilang dalam kabut
Kini hanya bisa kulihat kau dalam mimpi
Yang datangnya sekali-kali

 

Sajak terakhir, KKN desa Lemahjaya
Suatu malam, saat purnama

tentang mimpi & asmara

Teringat pada kata-kata syech siti jenar.
"Hidup ini adalah mimpi, kehidupan sebenarnya dapat dilihat setelah kita mati"

Kalimat diatas ada benarnya juga, dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.

Saat sedang bermimpi terkadang anda tidak sadar bahwa anda sedang tidur, selanjutnya anda berpikir bahwa satu-satunya kehidupan yang anda miliki adalah kehidupan "tidur" tersebut, tanpa melihat bahwa ada sisi lain yang menunggu di hadapan kita, yaitu kehidupan yang dialami saat sedang "bangun"

Contoh mudahnya dalam hal asmara.

Jujur saja, anda pasti pernah jatuh cinta, iya kan..? Jadi mari kita langung ke inti persoalan.

Kita ambil contoh kisah cinta anda saat SMA saja. Konon katanya masa-masa itu sangatlah indah. Penuh warna. Cobalah anda ingat lagi saat pertama kali bertemu dengan orang yang saat itu anda suka, saat anda berkenalan, cara anda melakukan pendekatan, kenangan saat berpacaran, ataupun saat putus ditengah jalan. Hm.., sudah..?

Yup, mari kembali ke saat ini, saya dapat membayangkan bahwa anda mengalami sedikit kesulitan untuk mengingat dengan jelas masa-masa itu, padahal mungkin saja kenangan yang tersimpan sangatlah indah (atau malah buruk..?), bahkan konon tak terlupakan. Tapi apa dinyana, saat ini anda berpikir bahwa kenangan tersebut layaknya mimpi saja, mungkin malah baru ingat bahwa ternyata anda pernah juga mengalami indahnya masa SMA.

Begitulah. Mungkin anda pernah jatuh cinta dimana anda begitu terbelenggu oleh cinta tersebut. Anda hanya memikirkan pria/wanita idaman anda, tanpa terlalu memikirkan manusia yang lain. Ibarat kata, yang berperan sebagai "lakon" di dunia ini adalah anda berdua, sedangkan yang lain hanyalah pemeran pembantu saja.

Akan tetapi lambat laun perasaan tersebut akan hilang, terlebih saat anda jatuh cinta lagi. Rasa cinta yang sebelumnya membelenggu seakan terlupakan. Tertutup oleh rasa cinta lain yang sedang dialami. Artinya masa-masa yang lalu seakan mimpi saja, dan kita baru sadar akan mimpi tersebut saat kita "bangun", yaitu saat kita jatuh cinta lagi. Iya toh..?

So, bila anda sedang putus cinta maka tenang-tenang sajalah. Toh nanti, beberapa tahun lagi anda akan sadar bahwa rasa sakit yang saat ini dialami ternyata seperti mimpi saja, yang terkubur dan terlupakan oleh otak kita. Tapi hati-hatilah, mbok nanti di akherat kita juga sadar bahwa kehidupan yang saat ini dijalani ibarat mimpi juga. Bedanya, di akherat kita akan "Bangun" dengan kekal, tanpa bisa tidur lagi untuk mengulangi mimpi.

 

Senin, 23 April 2007

Antara Buku dan Saya



Harusnya sih, tulisan ini diposting dari dulu, saat baru kena sambit bang nadzir. Tapi berhubung ada KKN, ngurus KP, komputer macet, dan lain-lain, akhirnya baru bisa daku posting sekarang. Tapi gak-papalah, yang penting bisa bagi-bagi bahan bacaan.

1. Book that changed u'r live
Bagi mahasiswa yang belum bekerja dan sering kekurangan uang, salah satu cara untuk membaca banyak buku secara gratis adalah dengan menyatroni perpustakaan. Berdasarkan teori inilah maka selama kurang lebih lima tahun saya rajin berkunjung ke perpustakaan "Yans 2" (Depan smu 2 Purwokerto). Di perpus ini saya membaca beberapa buku yang sedikit banyak telah ikut andil dalam merubah prinsip dan jalan hidup saya. Diantaranya :

Taiko
Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu ditanya tentang burung yang tidak bisa berkicau. Mereka menjawab :



  • Nobunaga : Bunuh saja

  • Hodeyoshi : Buat agar dia mau berkicau

  • Ieashu : Tunggulah

Artinya, setiap orang punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, tergantung pada sifat dan kondisi. apa yang benar jika dilakukan oleh si A belum tentu benar jika yang melakukan adalah si B. karena itu, bertindaklah sesuai dg diri anda, jangan asal meniru orang lain.

Boy Action (Joe Yabuki)
Pisau dapat digunakan untuk memasak, dapat juga untuk membunuh. tergantung apa yang kita niatkan. Begitu pula dengan kekuatan yang dimiliki. Dapat untuk berbuat jahat, dapat pula dilampiaskan ke hal positif, misalnya bertinju. Dan Joe Yabuki memilih opsi kedua. Dia berhenti berkelahi di jalanan, dan menerjuni dunia tinju profesional. Menurut saya Boy Action merupakan komik yang betul-betul bagus dan bermutu.

Slilit Sang Kyai & Anggukan Ritmis Sang Kyai
setelah Yan's 2 bangkrut saya pun berpetualang ke perpus lain dan berhasil "berkenalan" dengan Emha Ainun Nadjib melalui "slilit sang kyai" dan "anggukan ritmis sang kyai". Buku yang menuliskan segala sesuatunya dengan perspektif khas Emha. Menyadarkan kita untuk berpikir lebih lama, dari ruang lingkup berbeda, agar lebih "mengenal" realita.

Tips Berkencan Secara Efektif
Karena penyakit grogi yang kian akut, akhirnya saya mencari buku tentang mengatasi rasa takut pada wanita. ada satu yang bagus dan aplikatif. Judulnya "Tips berkencan secara efektif". Buku ini mengajarkan berbagai cara dan latihan yang amat praktis, mudah dilakukan. Cukup dengan modal nekat, tanpa banyak syarat. Ada juga tips-tips memilih hadiah untuk teman, sahabat, ortu, kecengan, maupun pacar. Hasilnya sungguh menakjubkan. Rasa grogi yang saya miliki jadi jauh berkurang. sayangnya rasa malu pun ikut-ikutan hilang.

"Celana" karya Joko Pinurbo. Kumpulan syair yang betul-betul nyentrik dan menggelitik. Dengan gaya surealismenya Joko Pinurbo membuat kita tersenyum dan melupakan batas antara alam nyata dan dunia mimpi. Tidak jelas mana yang riil, mana ilusi. "celana" membuat saya berpikir : "apakah kita disebut lelaki hanya karena "burung" yang kita punya..?. Kalau burung itu hilang, apakah kita bukan lagi laki-laki..?" Hm, celana.., sangat menarik untuk dibaca.

Soto sufi dari madura
Zawawi Imron berhasil menceritakan secara sederhana, hal-hal yang sebenarnya amat tidak sederhana. Kumpulan cerita di buku ini sangat mudah dicerna, ringan, tapi berbobot. Beliau membuat kita tersenyum simpul lalu merenung, berpikir lebih jauh tentang hal-hal sederhana yang kita temui. Bermutu bagi warga biasa, Berkualitas bagi lulusan s3.

Diwan-i syams-i Tabriz, Fihi ma Fihi, Matsnawi
Alkisah, suatu hari Jalaluddin rumi diminta oleh seorang muridnya agar menuliskan syair-syair beliau seperti sufi-sufi lain. Rumi pun lalu mengeluarkan kertas dari balik lipatan sorbannya dan mulai menulis. Tanpa banyak revisi, tanpa ba-bi-bu lagi. Hasilnya..? wow, masterpiece dalam sastra persia. Rumi berhasil merangkum luasnya makna dalam syair yang begitu pendek. Jenius.

2. Book that You've Read Once :
Syairnya rumi. Berhubung banyak yang sulit dimengerti, maka biar mudheng harus dibaca berulang kali. Tapi tidak apa-apa. Yang penting kan ilmunya.

Celana. Buku ini telah memporak-porandakan pola pikir saya. Tapi anehnya saya malah makin suka. Gila.

3. One book you'd want on a desert island.
Katanya sih artinya "buku yang ingin dibaca di padang pasir". Gak tau deh bener apa nggak. Kalau bener, maka saya pilih Al-Quran dan tafsirnya saja. padang pasir kan sepi, saya jadi bisa berkonsentrasi. saya belum pernah khatam euy, satu kali pun.

4. One book that made you laugh :
Lagi-lagi harus saya sebut nama Joko Pinurbo. "Celana" membuat kita melakukan dua hal, tersenyum lalu merenung. sayang ada teman yang berkata bahwa ini buku yang aneh, hanya cocok dibaca oleh pribadi yang aneh pula. sialan.

Kungfu Komang : Jungkir Balikkan dulu otak anda agar bisa menahan tawa saat membaca komik ini. sayang, gambarnya rada jorok.

Gege Mengejar Cinta : Aditya Mulya berhasil membuat penokohan yang kuat. Gege.., lucu.., menarik. Kecuali di bagian kejar-kejaran dengan mobil.

5. One book that made you cry.
Boy Action : saat Rikiishi melakukan diet gila-gilaan hanya agar dapat bertanding melawan Joe Yabuki tapi akhirnya meninggal dalam pertarungan. Bagi laki-laki, prinsip dan cita-cita harus dijunjung tinggi. Dan saat Rikiishi meninggal karena prinsip yang dia pegang teguh, saat itulah air mata saya mengalir. Tanpa cita-cita, kita belum jadi manusia seutuhnya.

6. One book you wish you'd written.
Buku yang membuat pembacanya langsung bercita-cita jadi petani agar lahan terbengkalai di negeri ini dapat ditanami. terimakasih pak tani.


Men-Zawawi Imron-kan Rumi dengan gayanya Joko Pinurbo

7. One book you wish had never been written.
seks in the kost, jakarta undercover, modul praktikum elektronika.

8. One book you're currently reading.
Taman orang-orang jatuh cinta dan memendam rindu (Ibnu Qayyim Al Jauzziyah). Pokoknya jangan berani bilang cinta sebelum membaca buku ini. semua hal tentang cinta dibahas disana. Definisinya, jenis-jenisnya, kelebihan dan kelemahannya, serta cara agar cinta kita dapat berjalan menurut yang diridhoi-Nya.

"Celana" (Arrrgghhh...., Lagi...?), soto sufi dari madura dan syairnya rumi.

9. One book you've been meaning to read.
Boy Action. Ada yang punya..? saya pinjam dong. Ada yang jual..? saya beli dong..

Tafsirnya Qurayshihab yang tebel itu. Pingin baca, tapi pingsan duluan saat lihat harganya. sejuta lebih euy..

Karya nya Cak Nun, Rumi dan D. Zawawi Imron yang belum saya baca

10. Now tag five people.
Huah.., akhirnya sampai juga ke tahap penyiksaan. Hm, kira-kira siapa yang harus saya tunjuk ya...?




  • Amarylis : Maaf ngerepotin mbak.., tapi gak papa kan..? Lagipula daku kan udah biasa bikin repot. Jadi mbak pasti maklum


  • sendu : Puisi yang terkadang tragis itu timbul karena apa ndu..? adakah hubungannya dengan buku yang dikau baca..?


  • Ronitoxid : Di bidang puisi ada joko pinurbo, di MP ada Ronitoxid. Mohon bagi ilmunya bang. Agar saat bang roni jarang posting, daku bisa tetep belajar dari buku yang abang baca.


  • Simplyndah : MP'ers yang pernah janji untuk nulis review banyak-banyak, tapi sampai sekarang baru nulis beberapa saja. Paling tidak, sekarang dapat nambah review sembilan biji.


  • Ndee : Walaupun jarang posting, tapi tulisan-tulisan yang dia bikin sangat menarik. Terkesan jujur dan apa adanya. Enak untuk dibaca.

 

Saat Emansipasi Ditegakkan - Edisi Laki-laki



Sebenarnya saya setuju dengan emansipasi, selama nggak kebablasan. Soalnya, ada pihak-pihak tertentu yang bersikap terlalu berlebihan. Menganggap bahwa emansipasi berarti kedudukan wanita harus benar-benar sejajar dengan pria. Tidak kurang secuilpun.

Padahal kalau dipikir-pikir, yang namanya sejajar, samarasa, samarata, antara laki-laki dan perempuan, itu ya gak mungkin bisa. Kalaupun dipaksakan, malahan kasihan si perempuan, dan menguntungkan kami-kami ini, kaum laki-laki.

Alasannya...? Woo, sangat banyak. Lha wong laki-laki itu terkenal dengan ke-kreatif-annya kok. Dalam hal yang baik, ataupun yang nggak beres. Misalnya saja begini :

1. Saat makan bareng, biasanya kan si laki-laki yang disuruh bayar. Terus si wanita cuma enak-enakan mbersihin gigi, ongkang-ongkang kaki, sambil melihat isi dompet si lelaki terkuras habis. Kering kerontang. Itu sudah jadi keanehan yang dianggap wajar. Penindasan yang dilegalkan. Tapi kalau menggunakan dalih emansipasi, hal ini dapat dihindari. Cukuplah kita berkata :

"Sekarang kan udah ada emansipasi nih.., jadi boleh dong kalo tiap makan bareng kamu yang bayar. Demi persamaan hak, berbagi kewajiban."

Tapi kalo gak tega, bolehlah berkata

"OK, baik. Biar aku yang bayar. Tapi kekurangannya kamu yang nombokin ya...?".

Jadi walaupun pergi ke restoran bintang lima dengan duit seribu perak (Gopek buat parkir, gopek buat bayar makanan, sisanya dibayarin si wanita) ya gak masalah. Pokoknya kan tetep kita yang bayar, si wanita cuma nambahin doang. Iya toh..?

2. Saat menghadapi benda berat, biasanya kaum hawa dengan seenaknya menyuruh-nyuruh kita agar sukarela meremuk-redamkan tulang, mempelintir urat, untuk mengangkat-angkat barang. Sedangkan dia, si wanita itu, cuma melihat sambil tersenyum manis. Huh, dikiranya dengan senyum itu, rasa pegal di otot kita bisa langsung sembuh apa..? Tapi kalo ada emansipasi, biarkan dia saja yang ber-salah-urat. Kita harus kompakan, jangan kasih bantuan. Gimana.., setuju...?

3. Masalah pekerjaan. Biasanya para wanita protes karena mereka mengalami diskriminasi. Padahal sebenarnya, lelakilah yang dari jaman brahola di diskriminasi oleh wanita.


Contohnya begini, mana ada wanita yang dengan senang hati mau jadi kuli. Angkat sana, cangkul sini, Nge-cat itu, ngamplas ini..? Kalaupun ada, pasti sangat jarang. Iya kan..? Tapi, kaum wanita tidak pernah mengeluhkan itu, begitu pula kita.

Padahal, kalau gak memperoleh perkerjaan dalam hal yang bukan kuli, mereka, wanita-wanita itu kompak berteriak diskriminasiiii............!!!!!!!!!!!, menganggap kita tidak adil. Jadi gimana kalo setiap jabatan kuli itu dipegang wanita saja, bukan pria...? Setuju..?

4. Kalau anda boncengan sepeda motor dengan teman wanita. Pasti anda yang di depan, dan wanita yang dibelakang. Iya kan..? Padahal kalo ada emansipasi, anda bisa menuntut agar si wanita saja yang mengemudi. Cuma itu..? Tentu tidak.

Biasanya kalo berboncengan, si wanita dengan seenaknya berpegangan pada tubuh kita. Apa kita pernah protes...? Tidak toh..? Jadi kenapa tidak kita tuntut hal yang sama? Kita berpegangan sebebas-bebasnya pada tubuh wanita, pegang yang ini, raba yang itu, dan mereka tidak boleh protes? Apa gak enak tuh...?

Karena itulah, silahkan menuntut emansipasi, asal masih dalam batas kewajaran. Tapi harap ingat satu hal, kalau sampai emansipasi yang dituntut itu sudah kebablasan, jangan salahkan kami, para laki-laki, jika menuntut emansipasi menurut versi kami sendiri.


Minggu, 22 April 2007

Cerita Sedih - Hapus Air Matamu (AARRGGHHH...)

Take I
Malam itu sehabis tarawih aku ke rumahmu, ada perlu. Tapi keperluan apa..? Entahlah, aku lupa. Yang pasti saat itu kau terlihat begitu bahagia, seperti sedang memegang uang berjuta-juta banyaknya. Tapi sayang, walaupun begitu sikapmu masih saja jutek seperti biasa.

Yang membuatku gembira adalah kau langsung menawariku teh hangat. Bukan air putih dalam kemasan sisa katering, seperti yang dulu-dulu. Ah senangnya. Aku suka minum teh, apalagi teh manis buatanmu.

"Gie, nih minum teh hangatnya. Kalau aku minum yang ini saja"

"Thanks. Tapi tunggu sebentar, itu apa..? Es teh ya..? Katanya kamu gak kuat minum es..? Takut kena flu..? Gimana sih..? Sini tukeran saja, aku kan tamu. Seharusnya minumanku lebih istimewa"

"Udah diem, jangan protes. Kalau gak mau, teh hangatnya tak ambil lagi, kamu biar minum air putih saja. Gimana..? Ha.. Ha.."

ARRGGHHH...!!!






Take II
“Gie, aku sakit. Kemarin baru periksa ke dokter”

Malam ini aku datang lagi. Katanya kamu sakit. dan ternyata benar. Sudah kuduga, kau memang tidak kuat minum es.

"Gie, dokter bilang penyakitku parah, tidak bisa disembuhkan, hanya bisa diobati. Itu pun hanya untuk mengurangi. Aku takkan pernah bisa sembuh gie. Hiks.."

Hah..? Kok bisa..? Mana ada orang yang sakit parah gara-gara minum segelas es teh..? Memangnya film drama..? Tapi tunggu sebentar. Sakit parah..? Bukankah dulu kamu pernah dioperasi, perutnya dibedah berkali-kali..? Jangan-jangan..?

"Gie, kamu bawa oleh-oleh..? Itu apa..? Apel ya..? Terimakasih gie. Aku harus banyak makan buah, aku ingin sembuh. Walaupun mungkin..."

Sudah, cukup. Jangan teruskan lagi. Ya, aku membawa apel, buah kesukaanmu. Tapi sayang, aku hanya membawa dua kilo, harganya delapan ribu. Sesuai dengan isi dompetku. Tapi tak apalah, yang penting kau senang. Aku tak ingin melihatmu bersedih.

"Gie, dokter bilang penyakitku berbeda dengan yang lainnya. Semakin hari, makin bertambah parah. Tanpa bisa dihentikan. Walaupun indikasinya bisa dikurangi tapi tetap percuma. Lambat laun pengobatan pun takkan berguna."

Tolonglah. Jangan berhenti berharap, teruslah berdoa. Mari kita hadapi sama-sama. Sekecil apapun harapan yang ada, kita tidak boleh menyerah. Aku yakin kamu pasti sembuh. Banyak dokter di kota ini, banyak rumah sakit, banyak pengobatan alternatif. Katakan saja kau ingin pergi kemana, pasti aku antar dengan sukarela. Memangnya, kamu sakit apa..?

"Kata dokter aku kena pe.."
Ya..?

"Kata dokter.."
Kenapa..?

"Kata.."
Ayolah.., katakan saja

"Kata dokter aku kena penyakit cantik Gie, makanya aku bingung. Kalo tambah hari tambah cantik, aku kan bisa repot. Lha wong sekarang ini saja aku sudah banyak yang suka kok, apalagi nanti. Aku bingung Gie. Untunglah penyakit ini tidak menular, jadi kamu tenang saja. Biarpun sering main kesini, kamu gak bakal ketularan ganteng kok."

GUBRAK..!!! APA..? Ja.., Jadi..?

"Tapi bener kok, aku emang sakit kok, kena flu. Kemaren udah ke dokter. Kalau gak percaya, tanya saja ibuku. Buuu..., aku mbok lagi sakit ya...? Tuh kan...?"


AARRRGGGHHH...!!!









Take III
Selepas lebaran aku datang lagi. Berharap agar kamu meminta maaf, sambil menangis tersedu. Tapi seperti yang sudah di duga, harapan itu sia-sia belaka. Berlindung dibalik tingginya gengsi, kau hanya meminta maaf dengan cara biasa. Tapi tak apalah, yang penting lebur segala dosa.

Tak kusangka, malam itu wajahmu masih terlihat pucat. Bukankah “tragedi” sakit itu sudah lama berlalu..? Kenapa sampai sekarang belum sembuh juga..?

"Aku masih sakit Gie. Sebenarnya sudah pernah sembuh, tapi kambuh lagi"

"Lho, kok bisa..? Padahal sudah ke dokter kan..? Obatnya diminum sampai habis kan..? Apelku pun juga ludes kan..? Kok kambuh..?"

"Iya Gie.., soalnya kemarin aku minum sirup banyak banget. Disini minum, disana minum, dimana-mana aku minum. Eh, ditambah es juga ding. Makanya kambuh Gie. Kan lagi lebaran.., Hi.. Hi.."
"Uhuk.. Uhuk.. Tuuh kan.., sakit lagi. Kamu sih, kenapa malam-malam kok main kesini..?"


AARRRGGGHHH...!!!