Masih ada saja warga, mahasiswa, sarjana, dan lulusan S2 atau s3 yang mengeluh tentang RasKin (beRas misKin). Menyangkut kualitasnya, rendahnya mutu pelayanan, sempitnya wilayah pemasaran, juga sedikitnya stok yang tersedia. Padahal menurut saya, keluhan ini malah menunjukkan betapa rendahnya daya nalar mereka dalam hal bahasa.
Begini, Raskin adalah singkatan dari beras miskin. Artinya, beras yang disediakan untuk rakyat miskin. Jadi beras tersebut haruslah benar-benar layak untuk dikonsumsi oleh orang miskin. Hm.., lalu beras seperti apakah itu..? Nah, disinilah daya nalar kita harus difungsikan.
Yang namanya orang miskin, biasa mengkonsumsi beras seadanya. Tidak perlu bagus, yang penting masih bisa dimakan. Beras seperti apa..? Tentu saja yang harganya murah, yang rasanya sedikit kurang enak, yang terkadang sudah apek dan penuh kutu. Biasanya beras seperti ini sudah tidak laku dijual. Makanya agar tidak mubazir, pedagang rela melepas dengan harga miring. Tapi walaupun begitu, untuk membeli beras tersebut orang miskin tetap harus antri, dan dilayani dengan kurang mengenakkan.
Kenapa..? Karena pelayanan yang baik hanya boleh disediakan bagi mereka yang ingin membeli beras berkualitas baik. Tidak boleh disamaratakan. Itulah yang namanya bisnis profesional. Apa hal itu bisa dikeluhkan..? Tentu tidak. Karena sebagai orang miskin mereka tidak bisa membeli beras yang lebih bagus, jadi mau tidak mau mereka harus menerima dengan apa adanya. Dan orang yang bisa mendapat beras bagus, dengan pelayanan yang bagus pula, tidak layak digolongkan sebagai orang miskin.
Sebenarnya kita harus berterimakasih pada pemerintah yang telah bersusah payah menyediakan beras macam ini. Pemerintah telah berpetualang keseluruh negeri untuk mencari beras yang paling jelek untuk orang miskin. Yang tidak jelek, tidak layak dibeli. Bahkan terkadang, saat beras jelek yang tersisa tinggal sedikit, pemerintah rela mengimpor beras dari luar negeri secara besar-besaran. Kenapa..? karena siapa tahu saja diantara beras yang diimpor ada yang jelek juga, lalu disimpan, agar stok raskin tetap stabil.
Kesimpulannya : Jangan lagi mengeluhkan RasKin, karena kalau dinalar memang seharusnya seperti itulah beras untuk orang miskin. Kalau ingin yang lebih bagus maka bukan RasKin lagi namanya, tapi RasMeng (Beras Kelas Menengah), atau RasYa (Beras untuk orang kaya).
fyuuuh..
BalasHapuscape deh..
tumben tulisannya 'agak' ilmiah...
BalasHapusSama ndu
BalasHapusdaku juga
fyuuhh...
iya mbak.., kalo bikin yang murni ilmiah
BalasHapusmbok malah mumet
yang nulis mumet, yang baca mumet, yang nggak ngapa2in juga mumet
btw, sekarang kok jadi sering ganti headshot mbak..?
kamu juga Gie, kenapa saat ini berselimut pekat?
BalasHapus:)
soalnya lagi kurang bisa becanda ndu...
BalasHapusbawaannya sedih terus
makanya ganti headshot pun, pilih yang warnanya suram
hiks..
he...he...
BalasHapusini gak gara2 ketularan sendu kan??
ke-sendu-an bukanlah penyakit menular, bukan pula penyakit turunan.
BalasHapusKalo gitu, kenapa daku bisa ketularan.,.?
ARRGGhHH...
kalau ingin tahu
BalasHapustanyakan pada hatimu
:D
Sudah, terus dijawab :
BalasHapus"Jangan tanya padaku, bukan karena amarah, bukan pula benci"
Hi..hi..
xixixixixix....
BalasHapussepertinya tuh hati dah terbayang-bayang banget sama hanyasendu deh
rasanya bukan ndu.., sudah ada pihak lain yang bersemayam dihati ini
BalasHapusmembuatku merasakan senang atau sedih tak terperi..
ya.., dia.., hanya dia...
harta, uang dan tahta
hayyyyyah...
BalasHapus:D
dan sebilah pisau telah menancap.., tepat dijantungku
BalasHapusngikutin tren...^_^
BalasHapustogie ganti...
sendu ganti...(meski balik lagi ke masa lampau)
ya...
saya ganti juga jadinya.
xixixi.....
BalasHapusdan togie lupa mengingatkan sipemiliknya
bahwa pisau itu telah meninggalkan luka
Anehnya, warna HS mbak Lis ya suram juga
BalasHapusKompakan...
Mungkin MP nya sendu telah meninggalkan bekas yang begitu dalam di hati kita berdua mbak
Jadi secara tidak sadar, MP kita pun secara perlahan-lahan menyerupai punya dia
Terkadang, beberapa luka memang harus dilupakan
BalasHapusTanpa perlu diingat lagi oleh si penderita
Maupun pelaku
*Biarkan ingatan ini terkelupas, terkikis, dan terisi hal baru
ssttt.. jangan bilang-bilang.... ntar seNdu GEER Gie...
BalasHapus*sendu mana ya...?
siipppp... betul...
BalasHapusdengan luka itu justru ada pelajaran berharga dan saya betul-betul merasakannya...
Lagi senyum-senyum sendiri mbak
BalasHapusBentar lagi dia juga reply
Pura-puranya nulis kata-kata bijak
Padahal dalam hati berteriak :
CIHUUIII.., ASYYIIKKK..., HOORRREEE...
Hmm, right...
BalasHapusPelajaran yang sangat berharga, walau mungkin pahit
Sepahit teori Matematika Teknik II
Digabung dengan Analisa Rangkaian Elektronika
Plus sedikit Teori Robotika
Yang dirangkum dalam Aplikasi Rekayasa Perangkat Lunak
Tapi kalau teori tersebut bisa dipahami, baru kita sadar bahwa
"Ilmu yang kita dapat sudah lebih banyak dari sebelumnya"
*tapi.., sedihnya masih tetap ada ya...